SAMARINDA – Manajemen Borneo FC Samarinda bergerak cepat untuk meredam kepanikan publik menyusul perombakan besar-besaran skuad mereka. Kubu Pesut Etam secara resmi mengumumkan keberhasilan mereka mengamankan jasa penjaga gawang utama sekaligus kapten tim, Nadeo Argawinata, lewat kesepakatan perpanjangan kontrak jangka panjang.
Langkah strategis ini sekaligus menepis rumor liar yang sempat berembus di lantai bursa transfer. Sebelumnya, penjaga gawang andalan Tim Nasional Indonesia tersebut santer dikabarkan bakal menyusul gerbong Mariano Peralta yang dirumorkan hengkang menuju Persija Jakarta. Komitmen baru ini memastikan Nadeo akan tetap mengawal kesucian gawang Pesut Etam untuk dua musim ke depan.
Tidak tanggung-tanggung, manajemen di bawah komando Presiden Klub Nabil Husein langsung memagari sang kapten serta gelandang muda potensial, Rivaldo Pakpahan, dengan durasi kerja sama hingga tahun 2029 mendatang.
“Menambah durasi kerja sama, Nadeo Argawinata dan Rivaldo Pakpahan sampai tahun 2029. Komitmen Presiden Klub Nabil Husein untuk membawa Pesut Etam melangkah jauh di level tertinggi. Manyala,” tulis keterangan resmi klub melalui akun media sosial mereka, Sabtu (13/6/2026).

Statistik Mentereng Nadeo bersama Pesut Etam
Keputusan manajemen mempertahankan Nadeo dinilai sebagai langkah yang sangat krusial dalam menjaga stabilitas lini belakang di bawah asuhan pelatih baru, Mauro Jeronimo. Sepanjang musim lalu, peran pemain berusia 29 tahun itu nyaris tak tergantikan di bawah mistar gawang. Nadeo tercatat tampil penuh selama 34 pertandingan berturut-turut dengan membukukan statistik impresif berupa 136 kali penyelamatan krusial.
Ketangguhan mantan kiper Bali United itu kian sahih setelah dirinya sukses mengemas 12 kali laga tanpa kebobolan (clean sheet). Catatan emas tersebut mengantarkan Nadeo menyabet penghargaan sebagai penjaga gawang terbaik di kompetisi BRI Super League musim lalu, mengungguli deretan kiper top lainnya seperti Cahya Supriadi (PSIM Yogyakarta) dan Igor Rodrigues (Persita Tangerang).
Sinergi jangka panjang ini kian lengkap dengan bertahannya Rivaldo Pakpahan di Stadion Segiri. Pemain muda yang tampil cemerlang sepanjang musim lalu itu juga mendapat apresiasi tinggi dari publik sepak bola nasional dengan masuk ke dalam nominasi pemain muda terbaik (best young player) bersanding dengan nama-nama beken seperti Dony Tri Pamungkas (Persija Jakarta) dan Cahya Supriadi.
Dengan kepastian bertahannya poros Nadeo dan Rivaldo, manajemen Borneo FC memberikan fondasi yang kokoh bagi Mauro Jeronimo untuk menyusun kerangka tim baru. Langkah ini mempertegas ambisi tinggi Pesut Etam yang tidak hanya ingin sekadar menjadi penggembira, melainkan membidik prestasi tertinggi baik di kompetisi domestik maupun saat mewakili Indonesia di panggung Asia.
Baca juga :
