SAMARINDA – Manajemen Borneo FC Samarinda bergerak dengan mobilitas tinggi dalam menyongsong ketatnya persaingan kompetisi musim baru 2026/2027. Hanya berselang tiga hari pasca-berpisah dengan juru taktik asal Brasil, Fabio Lefundes, kubu Pesut Etam secara mengejutkan langsung memperkenalkan sosok nakhoda baru asal Portugal, Mauro Jeronimo, sebagai pelatih kepala.
Kehadiran arsitek baru asal Eropa ini menjadi sinyal kuat dimulainya babak baru dan perombakan revolusioner di dalam tubuh Borneo FC. Manajemen melirik Jeronimo bukan tanpa alasan, melainkan karena sang pelatih dinilai memiliki portofolio dan pengalaman panjang dalam menukangi sejumlah klub di lingkungan sepak bola Asia serta kawasan Asia Tenggara (ASEAN). Karakter dan visi ambisius Jeronimo dinilai sebagai formula tepat untuk membawa Pesut Etam tetap disegani, baik di kancah domestik maupun saat unjuk gigi di level kompetisi Asia.
“Berbekal pengalaman melatih di kompetisi Asia dan ASEAN, pelatih asal Portugal ini hadir membawa visi, karakter, dan ambisi besar untuk membawa Pesut Etam terus bersaing di level tertinggi. Perjalanan baru dimulai. Tantangan baru menanti. Kita satukan langkah, bekerja lebih keras, dan memburu prestasi demi kejayaan Samarinda! Manyala,” tulis manajemen Borneo FC dalam keterangan rilis resminya, Kamis (11/6/2026).
Menariknya, kedatangan Mauro Jeronimo langsung diiringi oleh kebijakan restrukturisasi skuad yang sangat ekstrem. Tidak sekadar melakukan penyegaran minor, klub kebanggaan warga Samarinda ini terpantau melakukan cuci gudang besar-besaran. Hingga pertengahan Juni 2026, tercatat ada 15 pemain sekaligus yang secara resmi dilepas dan tidak lagi memperpanjang masa baktinya bersama panji Pesut Etam.
Gerbong eksodus pemain ini mengorbankan sejumlah nama pilar lokal maupun legiun asing yang selama beberapa musim terakhir menjadi tulang punggung tim. Di sektor lokal, Borneo FC resmi melepas nama-nama seperti Mohammad Khanafi, Syahrul Trisna, Mohammad Anez, Ahmad Agung, hingga kiper muda Daffa Fasya dan gelandang menyerang Ikhsannul Zikrak. Keputusan mengejutkan juga diambil manajemen dengan tidak lagi menggunakan jasa bek sayap senior Ardi Idrus serta talenta muda berbakat asal Samarinda, Alfharezzi Buffon.
Perombakan radikal ini bahkan menyapu bersih barisan ekspatriat asing yang musim lalu tampil reguler. Nama-nama beken sekelas gelandang pengangkut air asal Jepang Kei Hirose, bek tangguh Cleylton Santos, gelandang Christophe Nduwarugira, penyerang sayap Mariano Peralta, hingga Kaio Nunes, Koldo Obieta, dan Muhammad Sihran, dipastikan masuk dalam daftar pencoretan massal tersebut.
Langkah berani ini mengindikasikan bahwa manajemen Borneo FC memberikan keleluasaan penuh (carte blanche) kepada Mauro Jeronimo untuk membangun ulang fondasi skuad dari nol. Struktur komposisi pemain yang baru nantinya akan disesuaikan secara spesifik dengan kebutuhan taktis dan filosofi sepak bola agresif yang akan diusung oleh juru taktik anyar asal Portugal tersebut demi memburu trofi juara di musim mendatang.
Baca juga :
