MAKASSAR – Manajemen PSM Makassar secara resmi menunjuk kembali Darije Kalezic sebagai pelatih kepala untuk mengarungi kompetisi musim 2026/2027.
Sosok juru taktik asal Bosnia tersebut sudah tidak asing bagi publik sepak bola Makassar. Kalezic pernah menukangi skuad berjuluk Juku Eja tersebut pada musim kompetisi 2019 silam.
Kalezic mengungkapkan, alasan utama ia menerima pinangan manajemen untuk kembali ke Kota Daeng adalah kenangan manis serta identitas permainan PSM yang begitu membekas di ingatannya.
“Saya masih sangat ingat masa pertama kalinya menangani PSM, di mana tim memiliki identitas yang sangat kuat dan jelas,” kata Kalezic dalam keterangannya, Jumat (31/7/2026).
“Para suporter juga merasa puas dan bangga jika mereka bisa melihat gaya bermain para pemain di lapangan, terlepas dari hasil akhirnya seperti apa,” lanjut pelatih berusia 56 tahun tersebut.
Nostalgia Gelar Juara dan Energi Suporter
Selain karakter bermain, Kalezic mengaku tak bisa melupakan momen saat seluruh pecinta sepak bola di Makassar merayakan keberhasilan tim Juku Eja menjuarai Piala Indonesia 2019.
Gelar tersebut menjadi salah satu pencapaian paling berkesan dalam karier kepelatihannya di Indonesia.
“Momen-momen kebersamaan dan kegembiraan saat merayakan kemenangan bersama seluruh staf, tim medis, dan pemain di lapangan menjadi memori indah yang memberikan energi dan kepercayaan untuk saya kembali melatih PSM,” jelasnya.
Misi Angkat Kembali Skuad Juku Eja
Pada kompetisi BRI Super League 2025/2026 lalu, PSM Makassar harus puas mengakhiri musim di papan tengah klasemen.
Kehadiran kembali Kalezic diharapkan mampu membangkitkan performa Pasukan Ramang dan mengembalikan kejayaan tim, setelah kali terakhir merengkuh gelar juara Liga Indonesia pada musim 2022/2023.
Manajemen dan suporter berharap sentuhan dingin Kalezic dapat mengembalikan karakter permainan khas Makassar yang pantang menyerah sekaligus membawa PSM kembali bersaing di papan atas sepak bola nasional.
Baca juga :
