• Berita
  • Waspada Virus Hanta di Kaltim: Kenali Gejala, Cara Penularan, dan Langkah Mitigasi Dinkes
Berita

Waspada Virus Hanta di Kaltim: Kenali Gejala, Cara Penularan, dan Langkah Mitigasi Dinkes

Antisipasi penyebaran Virus Hanta di Kaltim, warga diimbau jaga kebersihan rumah dan hindari kontak dengan tikus.

Ilustrasi hanta virus yang ditularkan oleh tikus. (Foto : iStock/Victor Golmer)

SAMARINDA — Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) resmi meningkatkan status kewaspadaan terhadap potensi penyebaran Virus Hanta. Langkah pencegahan dan pengawasan kini diperketat di seluruh fungsional pelayanan kesehatan yang tersebar di 10 kabupaten/kota se-Kaltim.

Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Jaya Mualimin, menjelaskan bahwa respons cepat ini merupakan tindak lanjut langsung atas ditemukannya kasus terkonfirmasi Virus Hanta pada kapal pesiar Hondius. Upaya antisipasi sejak dini dinilai krusial guna membendung potensi penularan masuk ke wilayah daratan Bumi Etam.

“Sebagai bentuk kewaspadaan terhadap kejadian konfirmasi di kapal pesiar Hondius, kami perlu melakukan pemantauan serta langkah pencegahan secara intensif,” ujar Jaya, dikutip dari Antaranews.

Instruksi Ketat untuk Fasilitas Pelayanan Kesehatan

Sebagai bagian dari strategi mitigasi, Dinkes Kaltim menginstruksikan jajaran dinas kesehatan di tingkat daerah untuk memperkuat pengawasan terhadap lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) hingga pneumonia berat.

Selain gangguan pernapasan, petugas medis diminta memantau ketat pasien dengan gejala klinis yang menyerupai Demam Berdarah Dengue (DBD) dan leptospirosis sebagai langkah deteksi dini. Pengawasan ini diintegrasikan melalui pemanfaatan Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR).

“Seluruh fasilitas pelayanan kesehatan (faskes) juga diminta segera melaporkan setiap temuan kasus infeksi baru dalam waktu kurang dari 24 jam,” tegas Jaya.

Panduan Pencegahan untuk Masyarakat

Mengingat virus ini erat kaitannya dengan hewan pengerat, Dinkes Kaltim mengimbau masyarakat untuk berperan aktif mengendalikan faktor risiko lingkungan dengan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Berikut adalah panduan mitigasi mandiri yang dianjurkan oleh Dinkes Kaltim:

  • Hindari Media Penularan: Menghindari kontak langsung dengan hewan pengerat seperti tikus yang berpotensi menjadi pembawa (vektor) virus.

  • Sanitasi Lingkungan: Memastikan rumah dan tempat kerja tetap bersih, menutup celah atau akses masuk tikus ke dalam permukiman, serta rutin mengepel lantai.

  • Proteksi Diri dan Konsumsi: Rutin mencuci tangan menggunakan sabun, memakai masker saat diperlukan, serta memastikan penyimpanan bahan makanan dan air minum selalu tertutup rapat agar terhindar dari kontaminasi.

Tidak hanya bagi masyarakat umum di kawasan permukiman, Jaya turut mengingatkan para pelaku aktivitas luar ruang, seperti pendaki gunung dan pecinta alam, untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra saat berada di alam terbuka.

Masyarakat yang mengalami gejala kesehatan mencurigakan diimbau untuk segera memeriksakan diri ke faskes terdekat. Sementara itu, bagi warga yang melakukan perjalanan internasional, diwajibkan untuk tetap mematuhi ketentuan protokol kesehatan yang berlaku di negara tujuan.

Picture of Alfian
Alfian
Jurnalis ProPublika.id. Menulis berbagai hal mengenai kriminal, ekonomi, olahraga, dan lingkungan.
Bagikan
Berikan Komentar