PAREPARE — Persib Bandung kini hanya membutuhkan satu poin tambahan untuk memastikan gelar juara BRI Super League 2025/2026. Kepastian ini didapat usai Maung Bandung sukses menumbangkan tuan rumah PSM Makassar lewat drama gol menit akhir pada pekan ke-33 kompetisi.
Bermain di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, Sulawesi Selatan, Minggu (17/5/2026) malam, Persib menyudahi perlawanan sengit skuad Juku Eja dengan skor tipis 2-1 berkat gol sundulan dramatis Julio Cesar pada menit ke-90+6.
Jalannya Pertandingan dan Jual Beli Gol
Persib Bandung sejatinya berhasil unggul lebih dulu pada paruh pertama. Eksekusi sepakan kaki kiri terukur dari gelandang timnas, Thom Haye, pada menit ke-34 sukses merobek jala gawang PSM Makassar sekaligus menutup babak pertama dengan keunggulan tim tamu.
Memasuki babak kedua, PSM Makassar yang tampil agresif di hadapan publik sendiri berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Kapten tim Juku Eja, Yuran Fernandes, sukses memanfaatkan keunggulan postur tubuhnya untuk mengonversi situasi bola mati menjadi gol.
Ketika laga tampak akan berakhir imbang, Persib Bandung menolak menyerah. Tepat pada masa injury time (90+6′), berawal dari skema sepak pojok yang diambil oleh Thom Haye, Julio Cesar datang menyambut bola dengan heading keras yang gagal dihalau kiper PSM. Gol tersebut langsung membungkam publik tuan rumah.
Apresiasi Karakter Pantang Menyerah dari Igor Tolic
Usai laga, Asisten Pelatih Persib Bandung, Igor Tolic, mengakui bahwa lawatan ke markas PSM merupakan salah satu ujian terberat bagi timnya musim ini. Ia memuji motivasi tinggi tuan rumah yang ingin mempersembahkan kemenangan di laga kandang pamungkas mereka.
“Ini adalah pertandingan yang sulit. Kami menghadapi lawan yang sudah siap bermain dan memberikan yang terbaik. Saya pikir kami sempat kesulitan di babak pertama, namun gol dari Thom Haye sangat membantu kami untuk bermain lebih stabil dan mengontrol jalannya babak kedua,” ungkap Tolic dalam sesi konferensi pers.
Pelatih asal Kroasia tersebut juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada mentalitas bertanding Marc Klok dan kolega yang konsisten memperlihatkan karakter pantang menyerah sebelum peluit panjang dibunyikan.
“Kami sempat kebobolan dari situasi bola mati karena pemain mereka berpostur besar mampu memanfaatkannya. Namun di akhir laga, kami membuktikan bahwa kami sudah terbiasa dengan situasi tekanan seperti ini dalam tiga tahun terakhir. Kami bermain sampai detik akhir, tetap menyerang, dan akhirnya berhasil mencetak gol kemenangan,” urai mantan bek tangguh tersebut.
Tolic menegaskan bahwa kemenangan krusial ini merupakan buah dari kerja keras kolektif seluruh anggota tim, baik yang tampil sejak menit awal maupun yang memulai laga dari bangku cadangan.
“Selamat untuk semua pemain. Baik yang berada di bangku cadangan maupun yang ada di lapangan. Siapa pun yang dipercaya bermain malam ini telah memberikan kemampuan terbaik mereka,” pungkas Tolic.
Baca juga :
