• Berita
  • Cegah Hantavirus Sejak Dini, BKK Balikpapan Ajak Warga Kaltim Disiplin Jaga Kebersihan
Berita

Cegah Hantavirus Sejak Dini, BKK Balikpapan Ajak Warga Kaltim Disiplin Jaga Kebersihan

Antisipasi Hantavirus, BKK Balikpapan perketat pengawasan bandara & pelabuhan. Waspadai penularan dari tikus dan gejala mirip demam.

Ketua Tim Kerja Surveilans dan Penindakan Pelanggaran Kekarantinaan Kesehatan BKK Balikpapan, dr. Siti Hatijah. (Foto : Propubllika.id)

BALIKPAPAN – Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas IA Balikpapan memperketat pengawasan di pintu masuk internasional, baik pelabuhan maupun bandara. Langkah ini diambil guna mengantisipasi masuknya Hantavirus ke Kalimantan Timur, menindaklanjuti Surat Edaran Kementerian Kesehatan RI tertanggal 10 Mei 2026.

Kewaspadaan ini dipicu oleh temuan kasus di luar negeri yang melibatkan strain Andes dengan tingkat fatalitas mencapai 60 persen.

“Strain Andes menyerang saluran pernapasan dan dapat menular antarmanusia melalui droplet maupun kontak erat. Hingga saat ini, varian tersebut belum ditemukan di Indonesia,” ujar Ketua Tim Kerja Surveilans BKK Balikpapan, dr. Siti Hatijah, Kamis (14/5/2026).

Beda Varian Andes dan Varian Seoul

Hantavirus sebenarnya telah terdeteksi di Indonesia sejak 1991. Sepanjang tahun 2025 hingga 2026, tercatat ada 23 kasus konfirmasi di 9 provinsi, dengan temuan terbanyak di Jakarta dan Yogyakarta.

Berbeda dengan varian Andes yang menyasar paru-paru, varian yang ditemukan di Indonesia adalah varian Seoul yang dibawa oleh tikus Asia dan Eropa. Varian ini lebih dominan menyerang organ ginjal dengan tingkat fatalitas berkisar antara 5 hingga 15 persen.

Prosedur Ketat di Pintu Masuk Balikpapan

Sebagai langkah pencegahan, BKK memfokuskan pengawasan pada rute penerbangan luar negeri seperti Singapura, Kuala Lumpur, dan Brunei Darussalam. Setiap pelaku perjalanan diwajibkan mengisi aplikasi All Indonesia dan melengkapi Satusehat Health Pass (SSHP).

“Kami mengawasi lewat instrumen tersebut. Pelaku perjalanan dikategorikan berdasarkan gejala dan riwayat dari negara terjangkit. Jika ditemukan indikasi, akan segera dilakukan tindakan medis lanjutan,” tegas Siti.

Risiko Paparan dan Gejala

Hantavirus menyebar melalui tikus, baik lewat urine, feses kering yang terhirup, hingga gigitan. dr. Siti memperingatkan bahwa pekerja di sektor tertentu seperti petugas kebersihan, pekerja konstruksi, petani, hingga pegawai gudang memiliki risiko paparan lebih tinggi.

Penyakit ini memiliki masa inkubasi sekitar dua minggu untuk varian Seoul. Gejalanya kerap menyerupai Leptospirosis, yakni demam tinggi dan lemas. Penegakan diagnosa wajib melalui pemeriksaan laboratorium.

Masyarakat diimbau konsisten menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Bagi pekerja berisiko, penggunaan masker dan sarung tangan sangat dianjurkan. Segera bersihkan diri dengan sabun setelah beraktivitas di area yang rawan menjadi sarang tikus atau genangan air.

Picture of Alfian
Alfian
Jurnalis ProPublika.id. Menulis berbagai hal mengenai kriminal, ekonomi, olahraga, dan lingkungan.
Bagikan
Berikan Komentar