• Olahraga
  • Sabet Emas Kejurnas FORKI di Bandung, Karateka Muda INKAI Balikpapan Lawan Cedera Dislokasi Bahu
Olahraga

Sabet Emas Kejurnas FORKI di Bandung, Karateka Muda INKAI Balikpapan Lawan Cedera Dislokasi Bahu

Cetak emas di Kejurnas FORKI Bandung, karateka 17 tahun asal Balikpapan ini bertarung lewat drama dua kali dislokasi bahu.

Muhammad Arif Saprudin (kanan) bersama sang pelatih yang juga mantan karateka nasional, Srunita Sari Sukatendel. (Foto : Propublika.id)

BALIKPAPAN – Karateka muda perwakilan INKAI Balikpapan, Muhammad Arif Saprudin sukses mengharumkan nama Balikpapan dan Kaltim. Meski harus menahan sakit akibat dua kali mengalami dislokasi bahu, remaja berusia 17 tahun ini sukses menyabet medali emas dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) FORKI di Bandung, Jawa Barat.

Tampil di nomor Kumite 55 kilogram Under-21 (U-21), Arif menjadi satu-satunya atlet yang mewakili Balikpapan dalam ajang bergengsi tersebut. Di partai puncak, ia berhasil menumbangkan perlawanan sengit karateka asal INKADO Jawa Tengah.

“Tentu sangat senang dan bersyukur alhamdulillah bisa membawa pulang medali emas,” ungkap Arif, Sabtu (16/5/2026).

Bertarung Melawan Rasa Sakit sejak Laga Pembuka

Atlet kelahiran Ambalat, Samboja, Kutai Kartanegara ini membeberkan bahwa jalannya menuju podium tertinggi dipenuhi rintangan fisik. Cedera dislokasi bahu pertama didapatnya saat menjalani masa persiapan di Jakarta yang membuat porsi latihannya tidak maksimal.

Pada laga perdana dari total lima penampilan, siswa Sekolah Khusus Olahraga Internasional (SKOI) Kaltim ini dipaksa bertanding dengan kondisi bahu yang belum pulih total.

“Pertandingan pertama adalah yang paling berat. Kondisi bahu belum 100 persen dan poin saya sempat tertinggal. Namun, saya mencoba bertahan dan terus berjuang,” kenang Arif yang akhirnya sukses menyapu bersih tiga laga awal menuju semifinal.

Ujian mental kembali datang di partai semifinal ketika bahunya kembali bergeser (dislokasi). Beruntung, setelah menerima penanganan medis cepat di tepi lapangan, Arif mampu bangkit, mengunci tiket final, hingga akhirnya tampil lepas (on fire) di babak penentuan juara.

Muhammad Arif Saprudin bersama pelatih dan keluarga. (Foto : Propublika.id)

Bidik Posisi di Timnas Indonesia

Kegigihan luar biasa Arif mendapat apresiasi tinggi dari sang pelatih, Srunita Sari Sukatendel. Mantan karateka nasional ini memuji mental baja anak asuhnya yang mampu bangkit di momen krusial.

“Bahu Arif sempat bermasalah di semifinal, tetapi setelah dirawat dia justru tampil luar biasa di final. Prestasi ini menjadi batu loncatan penting karena peraih emas akan dipantau oleh Pelatnas untuk diproyeksikan masuk Timnas dalam kejuaraan tingkat ASEAN. Namun, fokus terdekat kami adalah pemulihan total cederanya,” jelas Srunita.

Dalam Kejurnas FORKI kali ini, pengurus pusat (PP) INKAI sukses keluar sebagai juara umum dengan raihan 8 medali emas, 4 perak, dan 5 perunggu.

Rasa bangga juga diutarakan oleh Koordinator Majelis Sabuk Hitam (MSH) INKAI Cabang Balikpapan, Gatot. Ia berharap pencapaian pemuda asal Samboja ini bisa melecut semangat para atlet lokal lainnya.

“Kami hanya mengirim satu perwakilan dan ia berhasil membuktikan bahwa atlet daerah mampu bersaing dan berprestasi di level nasional,” pungkas Gatot.

Picture of Alfian
Alfian
Jurnalis ProPublika.id. Menulis berbagai hal mengenai kriminal, ekonomi, olahraga, dan lingkungan.
Bagikan
Berikan Komentar