BALIKPAPAN – Borneo FC Samarinda harus puas bermain imbang 0-0 saat melawat ke markas Persijap Jepara di Stadion Gelora Bumi Kartini, Minggu (17/5/2026). Hasil ini membuat kans Pesut Etam menjadi kampiun Super League kian menipis.
Pada pertandingan lain, Persib Bandung, yang jadi pesaing utama sukses membekap tuan rumah PSM Makassar dengan skor tipis 1-2. Tambahan tiga poin membuat Persib kini mengumpulkan 78 poin, unggul 2 poin atas Borneo FC di peringkat kedua.
Pada pekan penutup, pekan ke-34, Borneo FC akan menjamu Malut United. Sementara Persib akan menjamu Persijap di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).
Meski tipis, peluang juara Borneo FC belum sepenuhnya tertutup. Syaratnya, mereka mesti mengalahkan Malut United, sedangkan Persib dikalahkan Persijap Jepara.
Lefundes : Babak Pertama Kurang Optimal
Pelatih Borneo FC, Fabio Lefundes, tidak menampik bahwa anak asuhnya sempat kehilangan momentum pada paruh pertama pertandingan. Namun, ia mengapresiasi respons yang ditunjukkan tim setelah turun minum.
“Menurut saya, kami tampil di bawah performa terbaik pada babak pertama. Kami mencoba melakukan koreksi dan penyesuaian di babak kedua,” kata dia.
Pada babak kedua, Lefundes menilai pola permainan sedikit membaik. Sayang, tak banyak peluang yang mampu diciptakan pemain. “Di menit-menit akhir, kami sengaja mengambil risiko dengan mengubah posisi pemain untuk memburu gol, namun hasil akhir belum berpihak,” urai Lefundes.
Menatap laga penentu pekan depan, arsitek taktik asal Brasil ini menegaskan tidak akan merombak total skema tim yang sudah berjalan solid sepanjang musim.
“Persiapan kami tetap sama. Borneo FC sudah tampil sangat baik sepanjang musim ini. Sekarang posisi Persib memang lebih diunggulkan, tetapi kami harus fokus menang di Samarinda melawan Malut United. Kami juga berharap Persijap bisa kembali tampil impresif dan memenangkan laga kontra Persib. Peluang kami kecil, tetapi saya masih percaya keajaiban itu ada,” tegasnya.
Senada dengan sang pelatih, bek asing Borneo FC, Cleylton Santos, mengakui adanya penurunan standar permainan di awal laga. Meski demikian, ia tetap menaruh rasa bangga atas daya juang rekan-rekannya yang berani bermain terbuka demi memburu kemenangan.
“Saya sepakat dengan evaluasi pelatih bahwa performa kami di babak pertama berada di bawah standar. Kami mencoba bangkit dan bermain lebih berani mengambil risiko di babak kedua. Walaupun peluang juara saat ini mengecil, harga mati bagi kami adalah mengamankan poin penuh di laga kandang terakhir. Saya sangat bangga dengan apa yang sudah dicapai seluruh tim sepanjang musim ini,” pungkas Cleylton.
