SAMARINDA – Bagi Borneo FC Samarinda, kompetisi BRI Super League musim 2025/2026 belum benar-benar berakhir. Di tengah kalkulasi peluang yang menipis dan nasib yang tidak sepenuhnya berada di tangan sendiri, tim berjuluk Pesut Etam ini memilih untuk merawat keyakinan bahwa keajaiban di atas rumput hijau selalu mungkin terjadi.
Laga pekan ke-34 kontra Malut United FC di Stadion Segiri, Sabtu (23/5/2026) malam, bukan sekadar laga penutup kalender kompetisi. Pertandingan ini adalah panggung pembuktian terakhir bagi perjuangan Borneo FC dalam menjaga mimpi juara yang telah mereka rawat dengan konsistensi luar biasa selama berbulan-bulan.
Skenarionya jelas tidak mudah. Skuad asal Samarinda ini wajib menumbangkan Malut United sembari mengetuk pintu langit, berharap Persib Bandung terpeleset saat bersua Persijap Jepara di waktu yang sama.
Kendati berat, pelatih kepala Borneo FC, Fabio Lefundes, menolak untuk kehilangan harapan.
“Kita harus bersyukur karena di akhir kompetisi ini, kita tiba dalam kondisi yang sangat bagus dan masih memiliki peluang juara. Pemain dalam motivasi tinggi, latihan pun berjalan maksimal. Kami harus mengapresiasi situasi ini agar besok bisa menyajikan satu pertandingan yang sangat luar biasa,” tutur pelatih asal Brasil tersebut dalam sesi wawancara mendalam di Samarinda, Jumat (22/5/2026).
Kado Kemenangan Terakhir untuk Pusamania
Laga malam nanti dipastikan akan emosional karena Stadion Segiri diprediksi bakal dipadati oleh ribuan suporter yang datang membawa sejuta harapan, doa, sekaligus rasa bangga atas performa tim musim ini.
“Ini pertandingan terakhir di musim ini, sekaligus laga kandang pamungkas di Samarinda. Jadi, kami ingin memberikan kado kemenangan manis bagi semua suporter yang hadir di stadion. Setelah itu, baru kita lihat bersama-sama apa yang terjadi di pertandingan lainnya (di Bandung),” imbuh pelatih berusia 53 tahun itu.
Pada awal musim, tidak banyak pengamat sepak bola nasional yang memprediksi Borneo FC bakal bertahan di jalur pacu juara hingga detik terakhir. Namun, tangan dingin mantan pelatih Madura United itu sukses membalikkan semua keraguan. Pesut Etam menjelma menjadi tim yang paling stabil, agresif dalam menyerang, sekaligus memiliki mentalitas baja di bawah tekanan kompetisi.
“Motivasi kami tidak pernah berubah, tetap sama seperti saat pertama kali kompetisi ini dimulai. Kalian bisa melihat sendiri prosesnya. Pada awal musim, mungkin tidak ada satu orang pun, baik di dalam maupun di luar tim, yang percaya bahwa di pekan terakhir kita masih berdiri di sini untuk bertarung memperebutkan juara. Bagi saya, itu sudah menjadi sebuah pencapaian yang sangat bagus,” papar Lefundes.
Bangga Bikin Liga Indonesia Jauh Lebih Kompetitif
Terlepas dari apakah trofi juara akan mendarat di Samarinda atau tidak, Lefundes menegaskan dirinya sudah sangat puas dengan performa kolektif dan daya juang anak asuhnya sepanjang musim ini.
“Saya sangat bangga dengan hal-hal yang sudah kita lakukan bersama sampai sekarang. Borneo FC dan tim-tim papan atas lainnya telah berhasil membuat kompetisi liga musim ini berjalan jauh lebih menarik, kompetitif, dan naik kelas,” sambungnya.
Menutup perbincangan, pelatih yang masuk dalam nominasi Pelatih Terbaik (Best Coach) Super League musim ini memasrahkan hasil akhir pertandingan malam nanti kepada sang pencipta.
“Jika malam nanti kita bisa mendapatkan rezeki (juara) dari Tuhan, tentu kita harus sangat bersyukur. Semoga kita bisa mewujudkannya, karena itu akan membuat kami jauh lebih bahagia. Namun, andai jalannya berbeda, sejujurnya saya sudah sangat bahagia dengan segala kerja keras dan sejarah yang telah kita ukir bersama sejauh ini,” pungkasnya.
Baca juga :
