• Olahraga
  • Badai Absen Landa Malut United, Hendri Susilo Ogah Pasrah Lawan Borneo FC
Olahraga

Badai Absen Landa Malut United, Hendri Susilo Ogah Pasrah Lawan Borneo FC

Dilanda badai cedera dan sanksi kartu, Malut United FC hanya boyong 16 pemain saat tantang Borneo FC di Stadion Segiri.

Pelatih Malut United, Hendri Susilo (kanan) pada sesi konferensi pers jelang laga melawan Borneo FC Samarinda. (Foto : ileague.id)

SAMARINDA — Laga pamungkas pekan ke-34 BRI Super League musim 2025/2026 menghadirkan ujian mahaberat bagi Malut United FC. Tim berjuluk Laskar Kie Raha tersebut harus melakoni laga tandang ke markas raksasa Kalimantan Timur, Borneo FC, di Stadion Segiri, Samarinda, pada Sabtu (23/5/2026) malam.

Pertandingan ini dipastikan berjalan krusial dan penuh tekanan. Alih-alih datang dengan kekuatan penuh untuk membendung ambisi juara tuan rumah, Malut United justru dipastikan tampil dalam kondisi pincang akibat badai absennya sejumlah pilar utama.

Pelatih Malut United, Hendri Susilo, membeberkan bahwa dirinya hanya bisa memboyong skuad minimalis ke Samarinda akibat kombinasi cedera, akumulasi kartu, hingga masalah kebugaran.

Badai Absen: 8 Pemain Kunci Laskar Kie Raha Parkir

Tidak tanggung-tanggung, ada delapan nama pemain pilar yang terpaksa ditinggal di markas tim karena berbagai kendala:

  • Akumulasi Kartu Merah/Kuning: Yakob Sayuri, Yance Sayuri, Lucas Cardoso, dan Wbeymar Angulo.

  • Cedera: Alan Jose dan Tyronne del Pino.

  • Masalah Kesehatan: Ciro Alves.

  • Izin Khusus: Igor Inocencio (urusan keluarga).

“Kami hanya membawa 16 pemain ke Samarinda karena kendala cedera dan akumulasi kartu ini. Walau skuad sangat terbatas, persiapan taktis kami tetap berjalan dengan baik. Semua pemain yang kami bawa dalam kondisi prima dan siap bertarung habis-habisan di lapangan,” tutur Hendri Susilo dalam sesi konferensi pers di Samarinda, Jumat (22/5/2026).

Enggan Parkir Bus, Bidik Poin Demi Garansi 4 Besar

Misi mencuri poin di Stadion Segiri dipastikan berlipat ganda beratnya. Pasalnya, tuan rumah Borneo FC tengah memiliki motivasi berlipat ganda karena wajib memenangkan laga ini demi menjaga asa tipis merebut trofi juara liga dari tangan Persib Bandung.

Kendati demikian, Hendri Susilo menegaskan anak asuhnya tidak akan menerapkan taktik bertahan total atau “parkir bus”. Ia menginstruksikan para pemainnya untuk berani melayani permainan terbuka Pesut Etam.

“Situasi psikologis pemain yang ada saat ini sangat kondusif dan sehat. Kami datang ke Samarinda bukan untuk menyerah kalah. Target kami jelas, yakni mencuri poin di kandang Borneo FC,” imbuhnya dengan optimistis.

Target meraih poin penuh di laga terakhir ini teramat krusial bagi Malut United untuk mengamankan posisi final di papan atas. Saat ini, Malut United bertengger di peringkat ke-5 klasemen sementara BRI Super League 2025/2026 dengan koleksi 53 poin. Mereka hanya terpaut dua angka dari Persebaya Surabaya yang menduduki peringkat ke-4.

Tambahan poin dari Stadion Segiri malam nanti akan menjadi penentu mutlak apakah Laskar Kie Raha mampu mengudeta Persebaya dan menutup kompetisi musim ini di zona elite empat besar.

Baca juga :

Picture of Alfian
Alfian
Jurnalis ProPublika.id. Menulis berbagai hal mengenai kriminal, ekonomi, olahraga, dan lingkungan.
Bagikan
Berikan Komentar