• Berita
  • Pemkot Siapkan 119 Kios Semipermanen, Pedagang Pasar Sepinggan Bisa Berjualan Sebulan Lagi
Berita

Pemkot Siapkan 119 Kios Semipermanen, Pedagang Pasar Sepinggan Bisa Berjualan Sebulan Lagi

Pemkot Balikpapan bangun 119 kios TPS untuk pedagang korban kebakaran Pasar Sepinggan. Target rampung sebulan, anggaran Rp16 juta per unit.

Petugas membersihkan puing sisa kebakaran di Pasar Sepinggan dengan menggunakan alat berat pada Jumat (7/8/2026). Pemerintah menargetkan pembersihan tuntas dalam waktu seminggu ke depan. (Foto : Propublika.id)

BALIKPAPAN – Puluhan pedagang Pasar Sepinggan, Balikpapan Selatan, menaruh harapan pada pembangunan Tempat Penampungan Sementara (TPS) yang layak dan cepat. Sebanyak 119 kios direncanakan dibangun pemerintah kota untuk menggantikan ratusan kios yang ludes dilalap api pada Jumat (31/7/2026) lalu.

Bece Mariyati (55), pemilik usaha es batu yang telah berjualan selama 16 tahun di pasar tersebut, kehilangan satu kios pribadi dan satu kios sewa miliknya. Empat unit kulkas, satu tandon besar, dan satu drum tempat penampungan usahanya turut hangus.

“Kami berharap pembangunan TPS untuk pedagang korban kebakaran bisa segera selesai, sehingga kami bisa berjualan kembali seperti biasanya. Hanya di sini mata pencaharian kami, apalagi suami saya tidak bekerja,” tutur Bece.

Selama sepekan terakhir, Bece hanya bisa berjualan es batu secara terbatas dari rumahnya dengan kapasitas yang jauh lebih kecil.

Duka serupa dirasakan Yuli (57), pedagang yang sudah 25 tahun menggantungkan hidup di Pasar Sepinggan. Lima kios sewa miliknya terbakar habis, beserta 10 unit kulkas dan freezer yang baru saja terisi penuh barang dagangan.

“Anak saya yang buka warung makan di sini juga habis semua. Kami sudah didata oleh Dinas Perdagangan dan berharap ada kepastian tempat untuk kembali berusaha,” ungkap Yuli.

Kehilangan Tempat Tinggal dan Harta Benda

Kerugian lebih besar dialami Nur Alam (47). Kebakaran tak hanya merenggut tempat usahanya, tetapi juga rumah toko (ruko) tiga lantai beserta gudang miliknya yang ludes tanpa menyisakan harta benda.

“Seminggu ini saya tidak berjualan karena seluruh dagangan, kios, dan rumah ludes terbakar. Tidak ada barang maupun harta benda yang bisa diselamatkan,” kata Nur Alam yang kini terpaksa mengungsi sementara di rumah mertuanya.

Nur Alam mengaku tidak tahu pasti besaran kerugian yang dideritanya. Namun, ia menaksir nilainya mencapai miliaran rupiah. “Sebab semuanya habis, rumah, harta benda, barang dagangan, sampai gudang,” ujarnya.

Bece Mariyati dan Yuli, dua pedagang korban kebakaran Pasar Sepinggan, Balikpapan. Mereka berharap pemerintah segera menuntaskan pembangunan tempat penampungan sementara. (Foto : Propublika.id)

Pemkot Siapkan 119 Kios Sementara

Pemerintah Kota Balikpapan mulai menjalankan langkah penanganan pascakebakaran melalui Dinas Perdagangan. Sebanyak 119 Tempat Penampungan Sementara (TPS) disiapkan agar para pedagang terdampak dapat kembali beraktivitas jual beli.

Kepala Bidang Sarana Perdagangan Dinas Perdagangan Kota Balikpapan, Andi Irwan Amran, menjelaskan lokasi pembersihan puing yang saat ini berlangsung akan langsung dimanfaatkan sebagai tapak pembangunan TPS.

“Pembersihan puing-puing kebakaran memasuki hari keempat dengan dukungan alat berat dari BPBD serta operator dan BBM dari Dinas PU. Target awal 14 hari, namun melihat progres di lapangan, kami perkirakan pembersihan selesai dalam satu minggu ke depan,” ujar Andi Irwan, Jumat (7/8/2026).

Berdasarkan pendataan Dinas Perdagangan, kebakaran menghanguskan sedikitnya 250 kios. Namun, dari total bangunan yang terbakar, terdata sebanyak 119 pemilik sah karena terdapat satu pedagang yang menguasai lebih dari satu kios.

“Hasil rapat di Balai Kota memutuskan dibangun 119 kios TPS. Kami mengomodasi berdasarkan basis kepemilikan terlebih dahulu agar seluruh pedagang terdampak terfasilitasi,” jelasnya.

Anggaran Rp16 Juta per Unit, Dilengkapi Rolling Door Tahan Api

Dinas Perdagangan sempat mengusulkan opsi revitalisasi total bangunan pasar kepada Wali Kota Balikpapan. Namun, mempertimbangkan tingginya kebutuhan anggaran dan lamanya waktu pengerjaan, pemkot sepakat memprioritaskan pembangunan TPS.

Pemkot Balikpapan mengalokasikan anggaran sebesar Rp16 juta untuk setiap unit TPS. Bangunan dirancang secara semipermanen dan layak pakai demi kenyamanan transaksi jual beli.

“Masing-masing TPS disiapkan anggaran Rp16 juta, sudah mencakup fasilitas instalasi listrik dan rolling door yang tahan api. Pembangunan TPS kami targetkan rampung dalam waktu sebulan agar pedagang bisa kembali berjualan,” tegas Andi.

Baca juga :

Picture of Alfian
Alfian
Jurnalis ProPublika.id. Menulis berbagai hal mengenai kriminal, ekonomi, olahraga, dan lingkungan.
Bagikan
Berikan Komentar