• Berita
  • Imbas El Nino di Kaltim: Serapan Gabah Petani Turun, Bulog Jamin Stok Beras Cukup 6 Bulan
Berita

Imbas El Nino di Kaltim: Serapan Gabah Petani Turun, Bulog Jamin Stok Beras Cukup 6 Bulan

Stok beras di Kaltim dipastikan aman hingga awal 2027. Bulog Kaltimtara sebut pasokan 15.000 ton cukup untuk 6 bulan.

Bulog memastikan stok beras di Kalimantan Timur mencapai 15.000 ton dan aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga 2027. (Foto : kaltimprov.go.id)

BALIKPAPAN – Ketersediaan beras di Kalimantan Timur dipastikan tetap aman meski musim kemarau dan fenomena El Nino berdampak terhadap produktivitas pertanian lokal. Perum Bulog Kanwil Kaltim dan Kaltara (Kaltimtara) menjamin stok beras yang tersedia saat ini mencukupi kebutuhan masyarakat hingga awal 2027.

Kepala Perum Bulog Kanwil Kaltimtara, Musazdin Said, mengungkapkan bahwa realisasi penyerapan gabah petani di tingkat daerah memang mengalami penurunan jika dibandingkan dengan target yang telah ditetapkan.

“Target awal kita sekitar 23.000 ton, sementara sampai saat ini baru terserap sekitar 15.000 ton,” ujar Musazdin di Samarinda.

Musazdin menjelaskan, penurunan serapan tersebut dipicu oleh cuaca ekstrem dan kekeringan yang melanda sejumah wilayah sentra pertanian. Padahal, daerah seperti Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kota Samarinda memiliki potensi besar untuk menopang cadangan beras daerah.

Meski penyerapan gabah lokal melambat, Bulog memastikan cadangan beras nasional yang dikuasai saat ini sangat memadai. Cadangan sebesar 15.000 ton tersebut diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan penyaluran masyarakat hingga lima sampai enam bulan ke depan, atau menembus awal tahun 2027.

“Kalau untuk stok beras yang kita kuasai sekarang, dengan sekitar 15.000 ton, jika dibandingkan dengan angka penyaluran rutin, kita masih bisa mencukupi sekitar lima sampai enam bulan ke depan,” terangnya.

Ia menambahkan, alokasi stok beras tersebut diprioritaskan untuk mendukung berbagai program strategis pemerintah, terutama penstabilan harga melalui operasi pasar (SPHP) serta penyaluran bantuan pangan bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Selain itu, Bulog Kaltimtara juga memperketat jalur distribusi ke daerah-daerah yang memiliki tantangan aksesibilitas tinggi, termasuk kawasan terisolir di Kabupaten Mahakam Ulu.

Pihaknya berjanji akan terus memantau ketersediaan pasokan dan menjaga kelancaran distribusi agar harga beras di wilayah Kaltim dan sekitarnya tetap stabil di tengah ketidakpastian cuaca.

Baca juga :

Picture of Alfian
Alfian
Jurnalis ProPublika.id. Menulis berbagai hal mengenai kriminal, ekonomi, olahraga, dan lingkungan.
Bagikan
Berikan Komentar