BALIKPAPAN – Penyaluran kredit perbankan di Kalimantan Timur (Kaltim) mencatatkan pertumbuhan kuat sepanjang triwulan II 2026. Total penyaluran kredit menembus angka Rp223,17 triliun atau melonjak 22,80 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kaltim, Bayu Adi Hardiyanto, menyatakan bahwa lonjakan ini mencerminkan tingginya dukungan pembiayaan perbankan terhadap percepatan aktivitas dunia usaha dan kebutuhan masyarakat Kaltim.
“Di tengah pertumbuhan kredit yang tinggi, kualitas pembiayaan tetap terjaga sangat baik. Rasio Non-Performing Loan (NPL) tercatat rendah di angka 1,35 persen pada Juli 2026,” ujar Bayu dalam acara Training of Trainer di Hotel Novotel Suites Yogyakarta, seperti dikutip dari laman kaltimprov.go.id, Jumat (18/9/2026).
Berdasarkan jenis penggunaannya, kredit modal kerja tumbuh agresif sebesar 42,30 persen (yoy) dan kredit investasi naik 22,41 persen (yoy) per Juli 2026. Sementara itu, kredit konsumsi tetap tumbuh positif sebesar 2,29 persen.
Dari sisi sektoral, pertumbuhan tertinggi disumbang oleh sektor pertambangan yang melonjak 63,50 persen (yoy), disusul sektor industri pengolahan sebesar 43,70 persen (yoy). Sektor konstruksi serta transportasi dan pergudangan juga tumbuh solid masing-masing 25,26 persen dan 23,25 persen.
PPU Tertinggi, Balikpapan dan Samarinda Masih Dominan
Secara spasial, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mencatatkan lonjakan pertumbuhan kredit tertinggi di Kaltim pada Juni 2026, yakni mencapai 56,02 persen dengan rasio NPL 3,79 persen. Posisi kedua ditempati Kabupaten Berau yang tumbuh 45,20 persen dengan rasio NPL sangat rendah 0,39 persen.
Kendati PPU mengalami pertumbuhan paling pesat, porsi penyaluran kredit di Kaltim secara umum masih terkonsentrasi di Kota Balikpapan dan Kota Samarinda. Gabungan pangsa kredit kedua kota tersebut menguasai hampir separuh atau sekitar 50 persen dari total penyaluran kredit se-Kaltim.
Kondisi pembiayaan ini turut ditopang oleh pemulihan Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan di Kaltim yang kembali tumbuh positif sebesar 2,74 persen pada Juli 2026 dengan nominal mencapai Rp154,48 triliun.
Baca juga :
