• Olahraga
  • Sempat Memimpin 2-0, Persiba Dipaksa Menyerah 2-3 dari RANS Nusantara FC
Olahraga

Sempat Memimpin 2-0, Persiba Dipaksa Menyerah 2-3 dari RANS Nusantara FC

Persiba Balikpapan ditundukkan RANS Nusantara FC 2-3 di Stadion Kanjuruhan setelah drama tiga gol di babak kedua.

Persiba (jersey hitam) harus mengaku keunggulan tuan rumh RANS Nusantara FC dengan skor 2-3 pada pertandingan pekan pertama Championship, Minggu (13/9/2026). (Foto : MO Persiba)

BALIKPAPAN – Persiba Balikpapan harus mengakui keunggulan RANS Nusantara FC pada laga pekan pertama Pegadaian Championship, Minggu (13/9/2026). Sempat unggul dua gol pada babak pertama, tim berjuluk Beruang Madu ini dipaksa tumbang 2-3 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang.

Persiba mengejutkan tuan rumah lewat gol cepat Takumu Nishihara saat laga baru berjalan lima menit. Pada menit ke-19, legiun asing baru Persiba, Ryohei Yoshimana, menggandakan keunggulan lewat sepakan kaki kiri yang gagal dibendung kiper RANS, Andhika Fathir Rahim. Skor 2-0 bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, RANS Nusantara FC meningkatkan intensitas serangan. Hasilnya, Amonhom Buku Khamis menipiskan ketertinggalan pada pertengahan babak kedua.

Gol tersebut membakar semangat RANS. Pada menit ke-88, Jan Martin Hoel Andersen mencetak gol penyama kedudukan menjadi 2-2.

Saat laga diperkirakan berakhir imbang, Dedi Setiawan muncul sebagai pembeda. Golnya pada menit ke-90+4 mengunci kemenangan 3-2 untuk RANS sekaligus memberikan kekalahan pahit bagi Persiba di laga pembuka musim.

Faktor Cedera dan Kendala Kebugaran

Menanggapi kekalahan tragis tersebut, pelatih Persiba Balikpapan, Sudirman, mengakui keunggulan dua gol di awal laga tidak menjamin kemenangan jika fokus pemain mengendur.

“Pertandingan pertama ini berlangsung sangat menarik dengan aksi saling serang. Namun, keunggulan kami di babak pertama ternyata tidak menjamin kemenangan,” kata Sudirman usai pertandingan.

Sudirman membeberkan bahwa penyebab utama runtuhnya pertahanan Persiba adalah cederanya sejumlah pemain kunci yang memaksa tim melakukan rotasi darurat.

“Permasalahan utama adalah beberapa pemain kami cedera sehingga harus diganti. Setelah pergantian itu, terjadi banyak miskomunikasi di lapangan. Pemain berada dalam tekanan di akhir babak kedua sehingga gol-gol lawan terjadi dengan mudah,” jelasnya.

Selain masalah rotasi, Sudirman tak menampik faktor kebugaran (endurance) turut memengaruhi performa tim pada 40 menit terakhir, mengingat waktu persiapan tim jelang kompetisi terbilang sangat singkat.

“Persiapan kami memang kurang maksimal karena tim baru berkumpul selama satu bulan. Saat dilakukan pergantian pemain, chemistry antar pemain terganggu dan mereka seperti ketakutan saat menerima bola,” imbuhnya.

Sementara itu, perwakilan pemain Persiba, Akbar, menyampaikan permohonan maaf kepada para pendukung atas kegagalan mempertahankan keunggulan.

“Kami unggul di babak pertama, tetapi pada 25 menit terakhir kami kehilangan fokus. Seluruh pemain menyampaikan permohonan maaf kepada para pendukung dan warga Balikpapan,” tutur Akbar.

Baca juga :

Picture of Alfian
Alfian
Jurnalis ProPublika.id. Menulis berbagai hal mengenai kriminal, ekonomi, olahraga, dan lingkungan.
Bagikan
Berikan Komentar