JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memperkuat mitigasi risiko kekeringan di berbagai wilayah Indonesia menjelang puncak musim kemarau panjang yang dipicu fenomena El Nino.
Guna menjaga pasokan air dan ketahanan pangan nasional, Kementerian PU menyiagakan sebanyak 240 bendungan dengan total kapasitas tampung mencapai 7,89 miliar meter kubik ($m^3$).
Selain bendungan, pemerintah juga mengerahkan 10.789 sumur bor yang memiliki kapasitas debit air lebih dari 114 ribu meter kubik per detik di daerah-daerah rawan pasokan air.
Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa kesiapan infrastruktur pengelolaan air menjadi kunci utama untuk menopang produktivitas sektor pertanian agar tidak terganggu ancaman kekeringan.
“Kehadiran infrastruktur ini sangat penting untuk mendukung ketersediaan air irigasi pertanian, menjaga produktivitas lahan, serta memastikan pasokan pangan tetap terjaga meskipun menghadapi tantangan musim kemarau atau perubahan iklim,” kata Dody dalam keterangan resminya, Kamis (30/7/2026).
Optimalisasi Tampungan Air dan Pompa Mobil
Selain bendungan dan sumur bor, kekuatan pasokan air baku nasional juga didukung oleh keberadaan 601 situ dan danau dengan total volume tampungan mencapai 135,59 miliar $m^3$, serta lebih dari 1.000 tampungan air baku (embung dan waduk) di berbagai daerah.
Guna memastikan distribusi air berjalan efisien, Kementerian PU mengoptimalkan pola operasi jaringan irigasi dan menyiagakan ratusan alat pendukung darurat.
Peralatan yang disyiagakan untuk dikerahkan ke lokasi terdampak meliputi 125 unit mobile pump, 921 unit pompa alkon, dan 49 unit mesin bor.
Terapkan Teknologi Irigasi Padi Hemat Air
Langkah strategis lain yang ditempuh Kementerian PU adalah melakukan pemetaan kawasan rawan kekeringan serta mengedukasi para petani untuk mengadopsi teknologi adaptif.
Salah satu fokus utamanya adalah penerapan teknologi Irigasi Padi Hemat Air (IPHA). Metode ini dinilai efektif memangkas konsumsi air pada budi daya tanaman padi tanpa menurunkan hasil panen.
Kementerian PU berkomitmen melanjutkan percepatan pembangunan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) dan infrastruktur penampung air lainnya guna memperkuat jaminan ketahanan air nasional dalam jangka panjang.
Baca juga :
