• Pariwara
  • Aliran Sungai Mahakam Surut, Wabup Mahulu Paparkan Strategi Intervensi Pangan dan BBM
Pariwara

Aliran Sungai Mahakam Surut, Wabup Mahulu Paparkan Strategi Intervensi Pangan dan BBM

Tampil di TVRI Kaltim, Wabup Suhuk tepis isu beras Rp1 juta di perbatasan dan beberkan langkah antisipasi krisis pangan.

Wakil Bupati Mahakam Ulu Suhuk, S.E. memaparkan kondisi ketersediaan pangan dan BBM di Mahulu saat menghadiri Dialog Publika TVRI Kaltim secara daring dari Ujoh Bilang, Selasa (11/8/2026). (Foto : Pemkab Mahakam Ulu)

UJOH BILANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mahakam Ulu (Mahulu) meluruskan kabar yang beredar mengenai melonjaknya harga beras hingga menembus Rp1 juta per sak di kawasan perbatasan. Pemkab memastikan harga komoditas utama tersebut masih terkendali meski distribusi logistik terhambat akibat kemarau panjang.

Klarifikasi tersebut disampaikan Wakil Bupati Mahulu, Suhuk, S.E., saat menjadi narasumber dalam program dialog interaktif Dialog Publika di TVRI Kalimantan Timur secara daring dari Ujoh Bilang, Selasa (11/8/2026).

Suhuk menjelaskan, pemantauan lapangan hingga 10 Agustus 2026 di Kecamatan Long Pahangai dan Long Apari menunjukkan belum ada beras yang dijual seharga Rp1 juta per sak.

“Informasi harga beras mencapai Rp1 juta per sak belum kami temukan di lapangan. Saat ini harga yang berlaku berada pada kisaran Rp750 ribu hingga Rp850 ribu per 25 kilogram. Namun, potensi kenaikan tetap kita antisipasi apabila kendala distribusi akibat kemarau berlangsung lebih lama,” tegas Suhuk.

Suhuk tidak memungkiri bahwa penurunan debit air Sungai Mahakam memaksa kapal angkutan barang berukuran besar hanya bisa beroperasi hingga Kabupaten Kutai Barat. Akibatnya, barang harus dipindahkan ke armada yang lebih kecil dengan biaya operasional dan logistik yang membengkak.

Selain memantau pergerakan harga pangan, Pemkab Mahulu menaruh perhatian serius pada ketersediaan BBM di kawasan perbatasan hulu sungai. Pasokan BBM yang kian menipis di Long Pahangai dan Long Apari berpotensi mengganggu operasional Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) PLN dan fasilitas pelayanan kesehatan masyarakat.

Untuk mengatasi ancaman krisis tersebut, Pemkab Mahulu terus menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) serta mendiagfrafkan penggunaan alat berat UPTD untuk membenahi akses darat darurat. Suhuk pun mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim agar segera merealisasikan bantuan pangan darurat yang telah disepakati.

“Kami berharap bantuan pangan dari Pemprov Kaltim dapat disalurkan secepatnya untuk menambah cadangan stok barang sekaligus meringankan beban ekonomi masyarakat,” pungkasnya.

Dialog tersebut turut menghadirkan Kabid Perdagangan DPPKUKM Kaltim Ali Wardana, Plh. Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kaltim Sugeng Priyanto, serta Pengamat Ekonomi Universitas Mulawarman Aji Sofyan.

Baca juga :

Picture of Kabupaten Mahakam Ulu
Kabupaten Mahakam Ulu
Artikel atau konten advertorial, kerja sama Kabupaten Mahakam Ulu dengan ProPublika.id.
Bagikan
Berikan Komentar