• Berita
  • Mahakam Surut, Karangan Jadi Tempat Piknik hingga Mendulang Emas
Berita

Mahakam Surut, Karangan Jadi Tempat Piknik hingga Mendulang Emas

Di tengah Mahakam yang surut, warga Ujoh Bilang menikmati karangan sambil menghadapi ancaman logistik.

Warga Ujoh Bilang, Mahakam Ulu, menikmati sore di pinggiran Sungai Mahakam yang surut akibat musim kemarau. (Foto : Dokumentasi Nastiti April)

BALIKPAPAN – Surutnya Sungai Mahakam selama lebih dari sebulan membuat aktivitas warga Kampung Ujoh Bilang, Kecamatan Long Bagun, Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), berubah.

Di tengah terganggunya transportasi sungai dan mulai menipisnya pasokan bahan bakar minyak (BBM), warga justru memanfaatkan hamparan pasir dan bebatuan di tepian sungai yang mengering untuk beragam aktivitas.

Hamparan tersebut oleh warga setempat disebut karangan. Saat sore hari, kawasan ini berubah menjadi tempat rekreasi dadakan. Pada pagi hingga sore, sebagian warga juga memanfaatkannya untuk mendulang emas secara tradisional.

Warga Ujoh Bilang, Nastiti April (29), mengatakan kemunculan karangan merupakan fenomena tahunan ketika debit Sungai Mahakam surut.

Warga biasanya datang ke lokasi untuk menikmati suasana sore mulai pukul 16.00 WITA.

“Sepulang sekolah biasanya anak-anak janjian ke karangan untuk sekadar menikmati sore. Warga membawa makanan dari rumah lalu dimakan bersama-sama di sana. Karena rata-rata air sumur warga mulai mengering, karangan ini juga jadi alternatif warga untuk mandi sekalian membawa cucian baju,” ujar perempuan yang akrab disapa Nas tersebut saat dihubungi dari Balikpapan, Sabtu (22/8/2026).

Ibu-ibu Mendulang Emas

Selain menjadi tempat rekreasi, surutnya Sungai Mahakam dimanfaatkan sejumlah warga, khususnya kaum ibu, untuk mendulang emas secara tradisional di sepanjang tepian sungai.

Mereka menggunakan peralatan sederhana untuk mencari emas yang terbawa material sungai.

“Ibu-ibu banyak yang turun ke pinggir Mahakam dari pagi sampai sore menggunakan alat seadanya yang ramah lingkungan. Kadang dapat, kadang nihil. Tapi kalau lagi beruntung lumayan hasilnya, apalagi harga emas saat ini sedang tinggi,” tuturnya.

Sungai Mahakam di Kabupaten Mahakam Ulu surut dimanfaatkan warga untuk “piknik” dan mendulang emas. (Foto : Dokumentasi Nastiti April)

Long Boat Tak Bisa Beroperasi

Namun, di balik aktivitas warga di karangan, surutnya Sungai Mahakam juga mulai berdampak terhadap transportasi dan distribusi logistik di Ujoh Bilang.

Nas mengatakan kapal besar atau long boat yang selama ini menjadi salah satu moda pengangkut sembako dan speedboat sudah sekitar satu bulan tidak dapat beroperasi akibat kondisi sungai yang dangkal.

Saat ini, hanya perahu bermesin kecil atau ces milik nelayan yang masih mampu melintas di sejumlah bagian sungai.

“Dampak surutnya sungai sangat terasa. Pasokan BBM di Ujoh Bilang saat ini informasinya mulai menipis, harganya sekarang Rp23 ribu per liter di tingkat pengecer. Beruntung akses darat dari kota masih bisa dilalui truk logistik karena jalannya mengering, meski harga bahan pokok tetap merambat naik,” ungkap Nas.

Kondisi tersebut turut memunculkan kekhawatiran warga terhadap keberlanjutan pasokan kebutuhan pokok. Mereka khawatir harga yang sudah meningkat tidak segera kembali normal meski kondisi cuaca nantinya membaik.

Warga Khawatir Buaya Muncul

Selain persoalan transportasi dan logistik, warga juga menghadapi potensi ancaman keselamatan di sekitar karangan.

Nas mengatakan menyusutnya debit air kerap membuat buaya sungai naik ke permukaan dan terlihat di sekitar karangan yang juga digunakan warga untuk mandi dan mencuci.

Karena itu, aktivitas warga di kawasan tersebut tetap dilakukan dengan kewaspadaan.

Meski karangan menghadirkan ruang rekreasi dan menjadi lokasi mendulang emas, Nas berharap kondisi Sungai Mahakam segera kembali normal.

“Meskipun ada hiburan piknik dan mendulang emas, harapan kami tetap sama, ingin hujan segera turun agar Sungai Mahakam kembali pasang dan pasokan BBM serta logistik lancar seperti biasa,” pungkasnya.

Baca juga :

Picture of Alfian
Alfian
Jurnalis ProPublika.id. Menulis berbagai hal mengenai kriminal, ekonomi, olahraga, dan lingkungan.
Bagikan
Berikan Komentar