• Berita
  • Pemerintah Percepat Pemulihan PLTP Sarulla, Butuh Investasi USD 270 Juta
Berita

Pemerintah Percepat Pemulihan PLTP Sarulla, Butuh Investasi USD 270 Juta

Kapasitas PLTP Sarulla akan dipulihkan menjadi 330 MW melalui investasi baru senilai USD 270 juta.

Investasi USD 270 juta disiapkan untuk mengoptimalkan kembali PLTP Sarulla berkapasitas 330 MW. (Foto : Kementerian ESDM)

TAPANULI UTARA – Pemerintah mempercepat pemulihan kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Sarulla di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara. Melalui penyelesaian administrasi dan investasi sekitar USD 270 juta, pemerintah menargetkan pembangkit berkapasitas terpasang 330 megawatt (MW) itu kembali beroperasi optimal pada 2027-2028.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot mengatakan, penyelesaian administrasi menjadi tahap awal sebelum peningkatan kapasitas produksi dilakukan.

“Yang pertama dari sisi administrasi kita akan selesaikan sampai dengan Oktober 2026 ini. Sudah selesai urusan administrasinya, tahun 2027-2028 ini kita kejar peningkatan kapasitas produksi,” kata Yuliot seusai pertemuan di PLTP Sarulla, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Jumat (31/7/2026).

Menurut Yuliot, pemulihan kapasitas pembangkit membutuhkan tambahan investasi sekitar USD 270 juta untuk mengembalikan produksi ke kapasitas terpasang sebesar 330 MW.

“Perlu ada tambahan investasi baru itu diperkirakan sekitar 270 juta US untuk mengembalikan kembali ke kapasitas 330 MW dari potensi yang ada 1.100 MW,” ujarnya.

Saat ini, kapasitas produksi PLTP Sarulla berada di kisaran 220 MW akibat perubahan tekanan uap yang menjadi tantangan teknis dalam pengelolaan lapangan panas bumi.

Pemerintah bersama pengelola telah menyiapkan penyelesaian administrasi dan investasi guna memulihkan kapasitas pembangkit. Setelah kapasitas eksisting kembali optimal, investasi lanjutan akan dilakukan secara bertahap untuk mengembangkan potensi panas bumi yang mencapai sekitar 1.100 MW.

PLTP Sarulla berlokasi di Kecamatan Pahae Julu dan Pahae Jae, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara. Pembangkit ini dioperasikan oleh Sarulla Operations Ltd. (SOL).

PLTP Sarulla memiliki kapasitas terpasang 330 MW yang terdiri atas tiga unit, masing-masing berkapasitas 110 MW. Unit Silangkitang (SIL) mulai beroperasi secara komersial pada Maret 2017, disusul Namora-I-Langit 1 (NIL-1) pada Oktober 2017, dan Namora-I-Langit 2 (NIL-2) pada Mei 2018.

Sebagai salah satu aset strategis panas bumi nasional, PLTP Sarulla diharapkan mampu mendukung peningkatan bauran energi bersih sekaligus memperkuat ketahanan energi Indonesia melalui optimalisasi potensi panas bumi yang dimilikinya.

Baca juga :

Picture of Alfian
Alfian
Jurnalis ProPublika.id. Menulis berbagai hal mengenai kriminal, ekonomi, olahraga, dan lingkungan.
Bagikan
Berikan Komentar