KUTAI BARAT – Konektivitas udara di wilayah pedalaman Kalimantan Timur bakal semakin terbuka lebar. Pemerintah Kabupaten Kutai Barat bersama manajemen maskapai PT Wings Air tengah mematangkan persiapan akhir untuk menggulirkan penerbangan perdana komersial yang menghubungkan Kota Samarinda dengan Melak, Kutai Barat. Langkah strategis ini diambil demi memotong waktu tempuh dan menjawab tingginya kebutuhan mobilitas masyarakat.
Dikutip dari laman kaltimprov.go.id, kepastian pembukaan rute baru tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang berlangsung di Kantor Dinas Perhubungan Kutai Barat, Sendawar. Pertemuan tersebut dihadiri oleh jajaran pemangku kebijakan, mulai dari Plt Kepala Dinas Perhubungan Kutai Barat Rita Nursandy, Kepala Kantor UPBU Kelas III Melalan Melak Bernard R. Purba, hingga Station Manager Wings Air GHS Andi Muh. Dhevara.
Plt Kepala Dinas Perhubungan Kutai Barat, Rita Nursandy, mengungkapkan bahwa realisasi rute ini merupakan buah dari proses komunikasi dan negosiasi yang panjang dengan pihak maskapai Group Lion Air tersebut. Menariknya, berbeda dengan kebijakan ruko perintis beberapa tahun silam, kali ini pemerintah daerah tidak dibebani kewajiban untuk menyediakan dana deposit maupun skema jaminan kursi kosong (block seat) untuk memikat maskapai.
“Alhamdulillah, pihak Wings Air menyetujui penerbangan ini tanpa meminta deposit. Namun, mereka berharap pemerintah turut membantu melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar antusias menggunakan rute tersebut,” ujar Rita Nursandy usai memimpin jalannya rapat koordinasi tersebut.
Rita menggarisbawahi bahwa kehadiran maskapai berlogo sayap ini bakal memicu efek domino yang positif bagi roda perekonomian lokal. Jika selama ini masyarakat harus bertaruh dengan waktu belasan jam dan kelelahan fisik akibat melewati jalur darat yang menantang dari Samarinda menuju Melak, maka kehadiran jalur udara ini mampu memangkas waktu perjalanan secara drastis menjadi hanya berkisar antara 35 hingga 45 menit saja.
Akselerasi waktu tempuh ini dinilai sangat krusial dalam mendukung kelancaran urusan birokrasi pemerintahan, pengurusan dokumen perizinan, hingga urusan ekspansi bisnis yang menuntut pergerakan cepat dan efisien.
Di sisi lain, Station Manager Wings Air GHS, Andi Muh. Dhevara, memaparkan bahwa Kutai Barat merupakan wilayah yang seksi karena memiliki potensi pergerakan penumpang bisnis (business travel) yang sangat masif. Denyut nadi perekonomian Kubar yang disokong kuat oleh sektor industri pertambangan batu bara dan perkebunan kelapa sawit memerlukan opsi transportasi taktis yang lebih andal ketimbang mengandalkan moda transportasi darat atau sungai.
Sebagai langkah penetrasi pasar di fase awal, Wings Air dijadwalkan bakal melakukan uji coba intensitas penerbangan sebanyak tiga kali dalam seminggu. Armada pesawat yang dikerahkan dipastikan mampu menampung kapasitas hingga 72 kursi untuk rute keberangkatan Samarinda–Melak, serta 65 kursi untuk rute sebaliknya, Melak–Samarinda.
“Kami menargetkan tingkat keterisian penumpang (load factor) dapat mencapai 70 persen atau sekitar 50 penumpang per penerbangan. Dengan harga tiket yang terjangkau, perjalanan ini hanya memakan waktu sekitar 45 menit,” kata Andi Muh. Dhevara menjelaskan target operasional maskapai.
Pihak otoritas Bandara Melalan Melak juga memastikan kesiapan fasilitas pelataran parkir pesawat (apron) dan terminal penumpang guna menyambut pendaratan perdana burung besi milik Wings Air tersebut dalam waktu dekat.
Baca juga :
