• Berita
  • Otorita IKN Kedepankan Dialog, Warga Bukit Tengkorak Pulang ke Kampung Halaman
Berita

Otorita IKN Kedepankan Dialog, Warga Bukit Tengkorak Pulang ke Kampung Halaman

Warga asal Kapuas sukarela pulang dari Tahura Bukit Soeharto usai diedukasi Otorita IKN soal status kawasan.

Seorang warga asal Kapuas, Kalimantan Barat, berinisial A, bersama keluarganya bersiap meninggalkan kawasan Bukit Tengkorak, Tahura Bukit Soeharto, Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara, Sabtu (26/9/2026). Kepulangan mereka difasilitasi Otorita IKN setelah mendapat edukasi mengenai status kawasan konservasi. (Foto: Dok. Otorita IKN)

BALIKPAPAN – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) memfasilitasi kepulangan seorang warga asal Kapuas, Kalimantan Barat, berinisial A, dari kawasan Bukit Tengkorak, Tahura Bukit Soeharto, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, pada Sabtu (26/9/2026).

Kepulangan tersebut dilakukan secara sukarela oleh A setelah mendapatkan mediasi dan edukasi mengenai status kawasan Tahura Bukit Soeharto. Langkah ini merupakan bagian dari upaya Otorita IKN mengembalikan fungsi kawasan tersebut sebagai kawasan konservasi.

“Saya telah diberikan pemahaman mengenai Kawasan Tahura Bukit Soeharto ini dan kini paham bahwa kawasan ini merupakan kawasan yang dilindungi. Oleh karenanya, saya secara sukarela memutuskan untuk pulang kampung bersama keluarga saya,” ujar A sebelum meninggalkan kawasan bersama keluarganya.

Otorita IKN mengedepankan pendekatan persuasif dengan memberikan peringatan dan memfasilitasi masyarakat yang sadar akan kekeliruan dalam pemanfaatan kawasan hutan konservasi di dalam delineasi IKN. Melalui dialog dan edukasi, Otorita IKN tidak hanya melakukan penataan terhadap bangunan dan aktivitas yang tidak sesuai dengan fungsi kawasan, tetapi juga memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai status kawasan serta membuka ruang dialog untuk mendorong penyelesaian secara tertib dan persuasif.

Bekerja sama dengan Polresta Nusantara dan Polres Kabupaten Kutai Kartanegara, Otorita IKN membantu dan memfasilitasi kepulangan warga tersebut.

Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Keamanan dan Keselamatan Publik, Irjen Edgar Diponegoro, mengatakan bahwa pemulangan warga tersebut merupakan bagian dari upaya Otorita IKN untuk memastikan kawasan Bukit Soeharto dapat dikembalikan dan dijaga sesuai dengan fungsi peruntukannya sebagai kawasan konservasi.

Lebih lanjut, Edgar mengimbau masyarakat untuk memahami status dan peruntukan kawasan Bukit Soeharto serta tidak melakukan aktivitas bermukim maupun pemanfaatan lahan yang tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Siapapun yang menduduki kawasan hutan konservasi di Tahura Bukit Soeharto kami imbau untuk keluar dan mengembalikan lahan-lahan itu kepada negara sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Konservasi dan Undang-Undang Kehutanan. Kami sangat berharap kerja sama dari para pihak,” ujar Edgar.

Otorita IKN menemukan bahwa warga yang menggarap Tahura memahami bahwa tindakan mereka tidak sesuai dengan hukum. (Foto : Dok. Humas Otorita IKN)

Ia menegaskan bahwa langkah penertiban yang dilakukan bukan merupakan bentuk pengusiran, melainkan upaya untuk mengembalikan kawasan sesuai dengan fungsi dan peruntukannya. Dalam proses tersebut, Otorita IKN tetap mengedepankan pendekatan persuasif melalui komunikasi dan edukasi, serta memastikan masyarakat yang bersedia kembali ke daerah asalnya dapat difasilitasi dengan baik.

Sebagai bagian dari upaya penyelesaian secara persuasif, Otorita IKN juga tetap membuka ruang dialog dan diskusi bersama sejumlah warga yang masih menempati kawasan Bukit Soeharto. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari proses komunikasi lebih lanjut antara Otorita IKN dengan warga.

Otorita IKN menemukan bahwa warga yang menggarap Tahura memahami bahwa tindakan mereka tidak sesuai dengan hukum. Inisiatif untuk meninggalkan Tahura secara sukarela disambut baik dan menunjukkan sikap kedewasaan warga serta tanggung jawab mereka terhadap pelindungan hutan.

Baca juga :

Picture of Alfian
Alfian
Jurnalis ProPublika.id. Menulis berbagai hal mengenai kriminal, ekonomi, olahraga, dan lingkungan.
Bagikan
Berikan Komentar