JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memperkuat penanganan darurat bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) pada musim kemarau 2026.
Langkah ini diambil menyusul tingginya intensitas karhutla yang membakar hampir seribu hektare lahan gambut dan semak belukar di wilayah Kalsel.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel per 29 Juli 2026, terdeteksi sebanyak 2.141 titik panas (hotspot) dan 381 kejadian karhutla dengan total luas lahan terdampak mencapai 994,30 hektare.
Wilayah Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar, hingga perbatasan Kota Banjarmasin menjadi zona paling rawan lantaran didominasi lahan gambut terbuka yang sangat kering dan mudah terbakar.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan, pihaknya memfokuskan pemanfaatan infrastruktur pendukung air untuk menjaga ketersediaan sumber daya air sekaligus menyokong operasi pemadaman di lapangan.
“Kementerian PU tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga memastikan infrastruktur dapat dimanfaatkan optimal untuk penanggulangan bencana, menjaga ketersediaan air, dan menjamin keselamatan masyarakat,” kata Dody dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (2/8/2026).
Disiagakan 12.000 Liter Air Siap Pakai
Sebagai langkah nyata di lapangan, Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan (BPBPK) Kalsel memobilisasi armada truk tangki air untuk memperkuat pasokan air darurat bagi tim pemadam gabungan.
Kepala BPBPK Kalsel, Denny Surya Martha, menyebutkan pihaknya menyiagakan tiga unit truk tangki berkapasitas 4.000 liter per unit, sehingga total air siap pakai yang dikerahkan mencapai 12.000 liter.
“Armada ini kami tempatkan di tiga posko utama, yakni BPBD Provinsi Kalsel, BPBD Kota Banjarbaru, dan BPBD Kabupaten Banjar. Kami terus berkoordinasi agar distribusi dukungan air berjalan cepat dan efektif,” kata Denny.
Selain menyiagakan armada mobil tangki, Kementerian PU mengoptimalkan jaringan irigasi, mengaktifkan pengeboran air tanah, serta mendistribusikan air bersih bagi warga terdampak kekeringan melalui Satuan Tugas (Satgas) El Nino.
Upaya tanggap darurat ini sekaligus mendukung sasaran PU608 dalam memperkuat ketahanan infrastruktur nasional menghadapi risiko bencana alam dan dampak perubahan iklim secara berkelanjutan.
Baca juga :
