• Berita
  • Dilirik 6 Negara, Nilai Investasi di Ibu Kota Nusantara Tembus Rp72,39 Triliun
Berita

Dilirik 6 Negara, Nilai Investasi di Ibu Kota Nusantara Tembus Rp72,39 Triliun

Otorita IKN catat total nilai investasi tembus Rp72,39 triliun, jadi bukti kepercayaan pasar dan ekosistem kota mulai hidup.

Sektor swasta murni dominasi investasi di IKN senilai Rp60,29 triliun, disusul pendanaan fasilitas publik sebesar Rp12,10 triliun. (Foto : Humas OIKN)

NUSANTARA – Komitmen pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) terus menunjukkan tren positif yang ditopang oleh tingginya kepercayaan pasar. Otorita IKN (OIKN) mencatat, total nilai investasi yang masuk ke ibu kota baru tersebut kini telah menembus angka fantastis Rp72,39 triliun. Capaian ini menjadi bukti konkret bahwa laju pembangunan Nusantara tetap agresif seiring dengan mulai hidupnya ekosistem perkotaan.

Juru Bicara Otorita IKN, Troy Pantouw, menegaskan bahwa akumulasi estimasi investasi tersebut mencerminkan optimisme para pelaku usaha terhadap masa depan IKN.

“Total angka estimasi investasi sebesar Rp72,39 triliun ini menunjukkan bahwa kepercayaan terhadap IKN terus berjalan. Pembangunan Ibu Kota Nusantara adalah masa depan kota Indonesia, caranya adalah dengan bersama-sama kita membangun ekosistem kehidupan, layanan, hunian, dan berbagai aktivitas ekonomi bagi masyarakat,” ujar Troy dalam keterangan resminya, Kamis (14/5/2026).

Didominasi Swasta Murni dan Dilirik Investor Asing

Jika dibedah secara rinci, postur investasi di IKN saat ini didominasi oleh sektor swasta murni yang menyumbang angka terbesar, yakni mencapai Rp60,29 triliun. Sementara itu, sisanya sebesar Rp12,10 triliun berasal dari pendanaan fasilitas publik serta penugasan resmi Kementerian/Lembaga (K/L).

Hingga pertengahan Mei 2026 ini, tercatat sudah ada 75 Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang sah. Korps investasi ini melibatkan 65 pelaku usaha swasta murni serta 15 penugasan kedinasan kepada K/L.

Menariknya, komposisi investasi ini tidak hanya digerakkan oleh pengusaha domestik, melainkan juga memikat pasar internasional. Dari 75 PKS yang diteken, sebanyak 11 PKS di antaranya merupakan komitmen pemodal asing. Investasi internasional tersebut digawangi oleh 8 perusahaan top yang berasal dari 6 negara, meliputi Korea Selatan, Tiongkok, Uni Emirat Arab, Rusia, Malaysia, dan Singapura. Roda investasi ini tersebar masif di berbagai sektor vital, mulai dari hunian, pasokan energi, infrastruktur dasar, akomodasi, pusat olahraga, hingga kawasan komersial.

Nadi Ekonomi Mulai Berdenyut di Lapangan

Geliat pertumbuhan investasi makro tersebut selaras dengan mulai hidupnya aktivitas ekonomi riil di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP). Bisnis kuliner mamin (makanan dan minuman) serta usaha retail penunjang harian mulai menjamur demi melayani kebutuhan para pekerja konstruksi, ASN, hingga pelancong.

Indikator hidupnya kota masa depan ini salah satunya ditandai dengan ekspansi brand makanan populer berskala nasional, Roti’O, yang resmi membuka gerainya di IKN. Kehadiran entitas bisnis waralaba ini menjadi potret nyata bagaimana pelaku usaha menangkap sinyal cerah peluang jangka panjang di Nusantara.

“Semenjak buka kemarin, antusiasme pengunjung lumayan ramai. Khusus untuk grand opening, itu ada lebih dari seratus orang yang datang. Kalau di sini (IKN), ke depannya kemungkinan akan sangat ramai, apalagi jika orang-orang mulai memanfaatkan kawasan ini untuk liburan dan beraktivitas,” ungkap Harfi, Leader gerai Roti’O IKN.

Merespons denyut nadi ekonomi yang mulai berputar dari level bawah, Troy Pantouw menambahkan bahwa seluruh pergerakan ini memvalidasi bahwa IKN adalah pasar masa depan yang menjanjikan.

“Ketika infrastruktur dasar, hunian, energi, layanan publik, dan aktivitas ekonomi mulai terbentuk, di situlah kota ini mulai hidup. Investasi ini menjadi jembatan dari pembangunan menuju kehidupan kota yang sesungguhnya,” pungkas Troy.

Picture of Alfian
Alfian
Jurnalis ProPublika.id. Menulis berbagai hal mengenai kriminal, ekonomi, olahraga, dan lingkungan.
Bagikan
Berikan Komentar