• Berita
  • 13 Sumur Migas Baru Ditemukan di Area Transmigrasi Kaltim, Potensi Pendapatan Rp 2,5 Triliun
Berita

13 Sumur Migas Baru Ditemukan di Area Transmigrasi Kaltim, Potensi Pendapatan Rp 2,5 Triliun

Temuan 13 sumur migas baru di Samboja berpotensi raup Rp2,5 T. Kementerian Transmigrasi & SKK Migas pastikan tak rugikan warga.

Sumur minyak baru di lahan transmigrasi kutai kartanegara, kaltim
Ilustrasi sumur minyak. (Gemini AI)

BALIKPAPAN — Sebanyak 13 sumur minyak dan gas bumi (migas) baru ditemukan di kawasan transmigrasi di Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Pemerintah kini tengah merumuskan skema bagi masyarakat terdampak, termasuk warga transmigran, agar tak dirugikan.

Menteri Transmigrasi, M Iftitah Sulaiman Suryanagara, menyebut sumur baru ini berada di lahan hak pengelolaan atau HPL Kementerian Transmigrasi. Menurutnya, di area itu terdapat masyarakat yang tinggal dan beraktivitas.

“Kalau lahan itu ada yang milik masyarakat, tentu masyarakat tidak akan dirugikan,” kata Iftitah di Pusat Rehabilitasi Orangutan Samboja Lestari, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Jumat (12/6/2026).

Dari hasil koordinasi dengan pihak Pertamina, ia memastikan ada teknologi mutakhir yang mampu menjaga agar lahan dan tanaman milik warga tidak terganggu akibat aktivitas operasional.

Misalnya, pengeboran tidak perlu diposisikan tegak lurus tepat di atas sumber migas. Operasional pengeboran dapat dilakukan dari area lain di sekitarnya, kemudian jalurnya dibelokkan secara miring (directional drilling) menuju pusat cadangan minyak dan gas bumi di bawah tanah.

Temuan ini akan menambah 79 titik sumur migas eksisting di area Samboja. Sebelumnya, pemerintah menyebut eksplorasi pada 13 titik baru sumur bakal dilaksanakan bulan Juni 2026.

“Kemungkinan akan mundur sekitar dua bulan untuk eksplorasi,” jelas Iftitah.

Pelibatan warga

Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara memberikan keterangan kepada jurnalis selepas meninjau kawasan Samboja Lestari di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Jumat (12/6/2026). (Foto : Humas Kementerian Transmigrasi)
Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara memberikan keterangan kepada jurnalis selepas meninjau kawasan Samboja Lestari di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Jumat (12/6/2026). (Foto : Humas Kementerian Transmigrasi)

Iftitah menegaskan komitmennya agar masyarakat setempat dilibatkan secara aktif dan menerima keuntungan nyata. Ia berharap proyek ini tidak sekadar menjadi aktivitas investasi dan eksplorasi sepihak tanpa dampak sosial yang positif.

Saat ini, Kementerian Transmigrasi bersama Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) tengah melakukan pemutakhiran data serta peninjauan lapangan. Proses ini dilakukan untuk memetakan secara detail luasan lahan yang akan digunakan serta jumlah warga yang terdampak.

Sebelumnya, Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menyampaikan bahwa pihaknya sedang mengidentifikasi apakah terdapat sumur tua untuk masyarakat yang bisa dimanfaatkan.

Dilansir dari Kompas.com, potensi produksi minyak di sana mencapai 1 juta barel serta. Adapun potensi produksi gas sebanyak 11,64 milar kaki kubik. Rencananya, aktivitas pengeboran sumur baru di lokasi tersebut akan dieksekusi oleh PT Pertamina Hulu Sanga Sanga.

“Kalau di atas lahannya itu ada bangunan, ada tanaman, ada sawah, kebun, kita bisa ngebor miring di sebelahnya yang lahannya mungkin tidak dimanfaatkan,” kata Djoko saat penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Kementerian Transmigrasi di Jakarta, 4 April 2026 lalu.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Pertamina Hulu Indonesia, Sunaryanto, memaparkan nilai ekonomi dari temuan cadangan energi tersebut. Potensi cadangan di kawasan ini diperkirakan setara dengan Rp 1,1 triliun untuk komoditas minyak dan sekitar Rp 1,5 triliun untuk sektor gas.

“Jadi secara total akan menghasilkan revenue sekitar Rp 2,5 triliun,” pungkas Sunaryanto.

Picture of FX Jarwo
FX Jarwo
Jurnalis dan penulis konten ProPublika.id. Menggemari isu lingkungan, masyarakat adat, dan hak asasi manusia. Ia pun menulis hal-hal ringan mengenai perjalanan, tips, dan pengetahuan umum dari berbagai sumber.
Bagikan
Berikan Komentar