• Cerita
  • Kabar Baik dari Riau, Bayi Gajah Sumatra Lahir Sehat di Taman Nasional Tesso Nilo
Cerita

Kabar Baik dari Riau, Bayi Gajah Sumatra Lahir Sehat di Taman Nasional Tesso Nilo

Kabar baik dari Tesso Nilo Riau, Gajah Ria lahirkan anak kelima berjenis kelamin betina yang sehat dari hasil perkawinan liar.

Kelahiran anak kelima dari Gajah Ria hasil perkawinan dengan pejantan gajah liar ini menambah jumlah kawanan gajah di kamp konservasi tersebut menjadi 8 ekor, sekaligus menjadi bukti pentingnya fungsi hutan TNTN sebagai habitat penyelamatan satwa kritis yang berstatus terancam punah. (Foto : kehutanan.go.id)

PELALAWAN – Kabar gembira datang dari upaya penyelamatan satwa endemik di Bumi Lancang Kuning. Seekor bayi gajah sumatra (Elephas maximus sumatranus) berjenis kelamin betina dilaporkan lahir dalam kondisi sehat dan tanpa cacat fisik di kawasan hutan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Kabupaten Pelalawan, Riau.

Anak gajah tersebut lahir dari rahim seekor induk gajah jinak bernama Ria yang menghuni Camp Elephants Flying Squad TNTN. Bayi mamalia besar ini terpantau dalam kondisi yang sangat aktif, mampu berdiri tegak dengan kokoh, dan langsung menyusu secara normal kepada induknya tak lama setelah dilahirkan.

Peristiwa membahagiakan ini pertama kali diketahui sekitar pukul 07.30 WIB oleh seorang mahout atau pawang gajah bernama Erwin Daulay. Saat itu, Erwin hendak memindahkan Gajah Ria dari posisi ikatan malam menuju lokasi gembalaan (angonan) yang berjarak sekitar 1 kilometer dari Pos Jaga Kantor Resort Konservasi Gajah Sumatera. Di lokasi tersebut, ia dikejutkan dengan kehadiran sesosok bayi gajah yang baru saja keluar dari rahim lengkap dengan ari-arinya.

Mengetahui hal tersebut, Erwin langsung melakukan observasi awal dan melaporkan temuan berharga itu ke tim medis. Langkah cepat ini segera disusul oleh kedatangan tim dokter hewan yang langsung melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan kondisi klinis sang bayi gajah tetap stabil dan mendapatkan asupan kolostrum secara berulang.

“Induk gajah Ria dan bayi gajah kini terus dipantau tim dokter hewan untuk memastikan kesehatan keduanya tetap terjaga,” ujar Kepala Balai Taman Nasional Tesso Nilo, Heru Sutmatoro, dalam keterangan resminya.

Kelahiran ini sekaligus menorehkan catatan impresif bagi rekam jejak reproduksi Gajah Ria. Bayi betina ini merupakan anak kelima yang berhasil dilahirkan Ria di dalam area Camp Flying Squad TNTN, yang merupakan hasil dari proses perkawinan alami (breeding) dengan gajah liar yang kerap melintasi kawasan konservasi tersebut. Sebelumnya, Ria telah sukses membesarkan empat anak gajah yang masing-masing diberi nama Tesso, Tino, Harmoni, dan Domang.

Keberhasilan ini menambah panjang daftar kesuksesan program konservasi yang dimotori oleh Kementerian Kehutanan melalui Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE). Dalam kurun waktu delapan tahun terakhir, unit Elephant Flying Squad TNTN setidaknya telah mencatatkan empat kali persalinan sukses dari dua induk gajah jinak andalan mereka, yakni Lisa dan Ria.

Rentetan kelahiran satwa besar ini menjadi bukti nyata sekaligus penguat fakta di lapangan bahwa bentang alam Taman Nasional Tesso Nilo merupakan kantong habitat yang sangat ideal dan berkontribusi masif dalam mendongkrak populasi gajah sumatra secara berkelanjutan.

Urgensi dari setiap kelahiran gajah di alam maupun eks-situ menjadi sangat krusial mengingat lembaga konservasi internasional, IUCN, telah menetapkan status gajah sumatra ke dalam kategori Critically Endangered (CR) atau berada di ambang kepunahan sejak tahun 2011. Di dalam negeri, satwa eksotis ini dilindungi penuh oleh negara di bawah regulasi Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor: P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018.

Dengan hadirnya anggota keluarga baru yang menggemaskan ini, populasi gajah jinak yang bertugas di Camp Elephants Flying Squad TNTN kini resmi bertambah menjadi 8 ekor. Kerangka tim pelindung hutan tersebut kini diperkuat oleh 3 ekor gajah dewasa, 2 ekor gajah remaja, serta 3 ekor anak gajah.

Kementerian Kehutanan menegaskan bahwa momentum kelahiran ini menjadi suntikan motivasi bagi seluruh rimbawan dan elemen masyarakat untuk kian memperketat penjagaan kawasan hutan dari aktivitas pembalakan liar serta perburuan, demi menjamin rumah yang aman bagi masa depan gajah sumatra.

Picture of Alfian
Alfian
Jurnalis ProPublika.id. Menulis berbagai hal mengenai kriminal, ekonomi, olahraga, dan lingkungan.
Bagikan
Berikan Komentar