• Berita
  • Kutai Timur dan Berau Mendominasi, Satelit Deteksi 207 Titik Panas di Kalimantan Timur
Berita

Kutai Timur dan Berau Mendominasi, Satelit Deteksi 207 Titik Panas di Kalimantan Timur

Satelit pemantau SiPongi mencatat lonjakan 207 titik panas di Kalimantan Timur dalam dua hari terakhir.

Pemantauan SiPongi mendeteksi 207 titik panas di Kalimantan Timur sepanjang 1–2 Agustus 2026. Kabupaten Kutai Timur dan Berau menjadi wilayah dengan sebaran terbanyak, sementara dua lokasi di Kutai Barat dan Paser masuk dalam kategori high confidence yang memerlukan penanganan prioritas. (Foto : sipongi.gakkum.kehutanan.go.id)

SAMARINDA — Pemantauan Sistem Informasi Kebakaran Hutan dan Lahan (SiPongi) mencatat sebanyak 207 titik panas (hotspot) terdeteksi di berbagai wilayah Provinsi Kalimantan Timur pada periode 1 hingga 2 Agustus 2026.

Berdasarkan pencitraan satelit NASA-NOAA20, NASA-SNPP, dan NASA-MODIS, persebaran titik panas ini didominasi oleh wilayah timur dan kawasan pedalaman Kalimantan Timur dengan tingkat kepercayaan indikasi kebakaran mayoritas berada pada kategori sedang.

Kabupaten Kutai Timur menjadi wilayah dengan sebaran titik panas terbanyak di Kalimantan Timur setelah menyumbang 71 titik atau sekitar 34 persen dari total keseluruhan temuan. Posisi selanjutnya disusul oleh Kabupaten Berau yang mencatatkan 41 titik panas, Kabupaten Mahakam Ulu dengan 35 titik, serta Kabupaten Kutai Kartanegara yang terdeteksi memiliki 30 titik panas.

Sementara itu, wilayah lain seperti Paser dan Kutai Barat masing-masing menyumbang 13 dan 11 titik panas. Untuk kawasan perkotaan dan penyangga, titik panas terdeteksi dalam jumlah minim, seperti di Kota Balikpapan dan Kota Samarinda yang masing-masing mencatatkan dua titik, serta Kota Bontang dan Penajam Paser Utara yang masing-masing terdeteksi satu titik.

Jika ditinjau dari sebaran geografis tingkat desa, konsentrasi titik panas paling padat ditemukan di Desa Teluk Semanting, Kecamatan Pulau Derawan, Kabupaten Berau, dengan total 21 titik terdeteksi. Pemusatan titik panas juga terpantau di Desa Jak Luay di Kecamatan Muara Wahau Kutai Timur serta Desa Delang Kerohong di Kecamatan Long Pahangai Mahakam Ulu, di mana masing-masing lokasi mencatatkan 11 titik panas. Selain itu, Desa Long Pakaq Baru di Mahakam Ulu dan Desa Sepaso Selatan di Kutai Timur juga menjadi perhatian karena masing-masing terdeteksi memiliki 10 dan sembilan titik panas.

Berdasarkan analisis tingkat kepercayaan atau confidence level, sebagian besar temuan berada pada tingkat sedang (medium) yaitu sebanyak 200 titik, yang menandakan adanya indikasi kuat aktivitas pembukaan lahan atau potensi kebakaran yang perlu diwaspadai. Namun, petugas diminta memberikan perhatian ekstra pada dua lokasi yang terdeteksi memiliki tingkat kepercayaan tinggi (high confidence), yakni di Desa Penawai, Kecamatan Bongan, Kabupaten Kutai Barat, serta Desa Samuranggau, Kecamatan Batu Sopang, Kabupaten Paser, yang keduanya terekam oleh Satelit NASA-MODIS pada 1 Agustus malam.

Sebagian besar dari titik panas ini muncul secara serentak pada Sabtu, 1 Agustus 2026, dengan jumlah mencapai 170 titik, sementara 37 titik sisanya baru terdeteksi pada Minggu dini hari, 2 Agustus 2026.

Baca juga :

Picture of Alfian
Alfian
Jurnalis ProPublika.id. Menulis berbagai hal mengenai kriminal, ekonomi, olahraga, dan lingkungan.
Bagikan
Berikan Komentar