SAMARINDA – Menyongsong musim baru 2026/27, Borneo FC Samarinda memilih langkah yang berbeda dibanding kontestan lainnya. Tim berjuluk Pesut Etam ini memutuskan untuk memusatkan seluruh perhatian pada pemantapan internal dan pembentukan fondasi skuad, demi menghadapi kalender kompetisi yang diprediksi menjadi salah satu yang tersibuk dalam sejarah klub.
Tercatat pada musim depan, Borneo FC berpeluang besar untuk tampil di empat kompetisi sekaligus. Demi menyiasati jadwal super padat tersebut, manajemen memastikan seluruh penggawa Pesut Etam akan mulai berkumpul di Samarinda pada 20 Juli mendatang.
Latihan perdana tersebut nantinya dipimpin langsung oleh nakhoda anyar mereka, Mauro Jeronimo. Pelatih baru ini dijadwalkan tiba di Samarinda lebih awal guna merampungkan penyusunan program latihan tim.
Manajer Borneo FC, Dandri Dauri, mengonfirmasi bahwa seluruh tahapan persiapan berjalan sesuai rencana. Di tengah derasnya rumor bursa transfer, manajemen memilih bergerak senyap dan tidak terburu-buru mengumumkan nama-nama pilar baru ke publik.
“Kami mungkin menjadi salah satu tim yang terakhir dalam mengumumkan pemain baru. Manajemen ingin memastikan setiap rekrutan benar-benar sesuai dengan kebutuhan taktis tim. Yang penting hasilnya nanti sesuai harapan,” ungkap pria yang akrab disapa Dandri tersebut, Selasa (14/07/2026).
Setelah menu latihan dimulai di Samarinda, manajemen baru akan memutuskan apakah tim perlu bertolak ke luar daerah untuk menggelar Pemusatan Latihan (TC) seperti musim-musim sebelumnya.
“Kami lihat situasi nanti, apakah akan menggelar TC di Yogyakarta seperti biasa atau tidak. Yang jelas, saat ini sudah ada beberapa undangan laga uji coba yang masuk dari klub-klub Super League maupun Championship,” imbuhnya.
Di sisi lain, Dandri juga mengklarifikasi spekulasi yang beredar terkait absennya Borneo FC dalam turnamen pramusim bergengsi, Piala Presiden 2026. Ia menegaskan pihak klub sama sekali tidak pernah menolak untuk berpartisipasi, melainkan karena memang tidak mendapatkan undangan dari pihak penyelenggara.
Bagi Dandri, absennya Pesut Etam di piala pramusim justru memberikan keuntungan waktu untuk menjaga kebugaran pemain. Fokus utama klub dipastikan tidak akan terpecah sejak awal musim.
“Tidak ada masalah (absen di Piala Presiden). Artinya, kami bisa jauh lebih fokus mematangkan kesiapan untuk empat kompetisi ke depan. Kalau ditanya prioritasnya di mana, tentu tetap di kompetisi liga. Jangan sampai kita terlihat bagus di kompetisi lain, tetapi performa di liga domestik justru merosot. Keseimbangan itu yang harus sama-sama kita jaga,” pungkas Dandri.
Baca juga :
