JAKARTA – Perjalanan gelandang serang asal Jepang, Ryo Matsumura, bersama Persija Jakarta resmi berakhir di penghujung kompetisi BRI Super League 2025/2026. Durasi kontrak sang pemain selama tiga musim telah usai, yang sekaligus menyudahi kebersamaan kedua belah pihak.
Ryo pertama kali mendarat di ibu kota pada era kepelatihan Thomas Doll di musim 2023/2024. Pada musim perdananya tersebut, ia tampil sangat memikat dan menjelma sebagai ruh permainan tim lewat koleksi 10 gol dan 10 assist dari 33 laga.
Kemitraan apik itu berlanjut ke musim 2024/2025 di bawah asuhan Carlos Pena. Ryo tetap menjadi andalan lini tengah dengan mengemas 34 penampilan serta menyumbang tujuh gol dan delapan assist.
Namun, roda nasib berputar drastis pada musim 2025/2026 di bawah kendali pelatih Mauricio Souza. Ryo dihadapkan pada situasi pelik setelah dihantam cedera hamstring parah saat masa persiapan pramusim. Cedera tersebut memaksanya naik ke meja operasi hingga harus absen merumput selama setengah musim.
Cobaan Ryo tak berhenti di situ. Usai dinyatakan pulih dan mendapat kesempatan tampil pada pekan ke-15, ia justru langsung dijatuhi sanksi larangan bertanding selama empat pertandingan akibat melakukan protes keras terhadap wasit selepas laga usai.
Melihat situasi yang kurang kondusif, manajemen Persija akhirnya meminjamkan Ryo ke Bhayangkara Presisi Lampung FC pada paruh musim kedua. Alhasil, Ryo terpaksa menjalani bulan-bulan terakhir masa kontraknya di Macan Kemayoran jauh dari Jakarta sebagai pemain pinjaman.
Meski berakhir kurang mulus, manajemen Persija tetap mengapresiasi tinggi kontribusi Ryo selama berseragam merah-merah. Presiden Persija, Mohamad Prapanca, berharap pemain berusia 32 tahun itu bisa kembali menemukan sentuhan terbaiknya di klub baru.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Ryo Matsumura atas dedikasi, kerja keras, dan profesionalismenya selama membela Persija. Ryo telah memberikan kontribusi yang berarti bagi tim dan menjadi bagian dari perjalanan Persija,” ujar Prapanca.
Prapanca menegaskan, perpisahan ini murni karena urusan kontrak profesi dan kedua belah pihak berpisah secara baik-baik.
“Meski kebersamaan ini harus berakhir, kami semua tetap saling menghormati. Keputusan tersebut merupakan bagian dari dinamika sepak bola profesional. Kami mendoakan yang terbaik untuk karier Ryo selanjutnya. Semoga ia meraih kesuksesan di mana pun melanjutkan kariernya,” pungkas Prapanca.
Baca juga :
