• Berita
  • Produksi Ikan Kaltim Tembus 111 Ribu Ton, Siap Pasok Dapur Sehat MBG di 145 Satuan Pelayanan
Berita

Produksi Ikan Kaltim Tembus 111 Ribu Ton, Siap Pasok Dapur Sehat MBG di 145 Satuan Pelayanan

Produksi ikan Kaltim semester I 2026 capai 111.200 ton, DKP jamin pasokan pangan untuk 145 Satuan Pelayanan Gizi aman.

Potret nelayan saat membongkar muatan ikan hasil tangkapan di salah satu pelabuhan. Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kaltim memastikan seluruh hasil laut ini diprioritaskan untuk memasok kebutuhan protein program Makan Bergizi Gratis (MBG), Senin (13/7/2026). (Foto: Dok. Kementerian Kelautan dan Perikanan)

SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) memastikan ketersediaan hasil tangkapan nelayan lokal mampu memenuhi kebutuhan bahan baku ikan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini diambil guna memastikan program nasional tersebut berjalan optimal sekaligus menggerakkan ekonomi sektor perikanan daerah.

“Hasil tangkapan yang melimpah dari nelayan di perairan kita kini diserap langsung sebagai sumber gizi utama bagi para penerima manfaat program nasional ini,” ungkap Kepala Bidang Perikanan Tangkap DKP Kaltim, Petrijansyah Noor, dalam keterangan resminya, Senin (13/7/2026).

Saat ini, program MBG di Kalimantan Timur telah menjangkau 332.474 penerima manfaat yang tersebar melalui 145 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Selain menjadi pilar pemenuhan gizi generasi muda, kebijakan penyerapan hasil laut lokal ini juga memberikan dampak ekonomi langsung terhadap peningkatan kesejahteraan para nelayan di daerah.

Kemandirian pasokan ini didukung oleh performa sektor penangkapan ikan Kaltim yang terus menunjukkan tren positif. Data DKP mencatat adanya kenaikan produksi berkala, dari 214.694 ton pada tahun 2024 merangkak naik menjadi 218.987 ton pada tahun 2025.

Memasuki semester I tahun 2026, volume produksi penangkapan ikan telah menyentuh angka 111.200 ton. Angka ini diproyeksikan akan terus melesat hingga menembus 223.300 ton pada akhir tahun nanti.

Proyeksi optimistis tersebut didasarkan pada kalkulasi rata-rata kenaikan produksi sebesar 1,75 persen per tahun, mengacu pada data historis selama 13 tahun terakhir.

“Walaupun volume pasokan dikelola penuh oleh satuan pelayanan, kami menjamin ketersediaan ikan lokal akan selalu mencukupi kebutuhan dapur sehat di SPPG,” tegas Petrijansyah.

Sebagai informasi, sektor perikanan Kaltim memiliki daya saing yang tinggi. Selain sukses memenuhi kebutuhan pangan dan program gizi domestik, produk-produk perikanan dari Kalimantan Timur selama ini telah merambah pasar internasional dengan tujuan ekspor ke Jepang, Amerika Serikat, Taiwan, China, hingga Malaysia.

Baca juga :

Picture of Alfian
Alfian
Jurnalis ProPublika.id. Menulis berbagai hal mengenai kriminal, ekonomi, olahraga, dan lingkungan.
Bagikan
Berikan Komentar