MAHULU – Video Kapolres Mahakam Ulu (Mahulu) AKBP Roni Wijaya yang meluapkan kemarahan saat memimpin apel di halaman Mapolres Mahulu viral di media sosial.
Dalam video tersebut, Roni menegaskan sikap tanpa kompromi terhadap personel yang terlibat penyalahgunaan narkoba.
Pernyataan itu disampaikan setelah dirinya menerima informasi mengenai sedikitnya empat anggota Polres Mahulu yang diduga terlibat penyalahgunaan narkoba.
Roni bahkan menegaskan siap memberikan sanksi tegas hingga Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) bagi anggota yang terbukti melanggar.
“Untuk mem-PTDH 10 atau 20 orang pun tidak ada masalah bagi saya. Di luar sana masih banyak yang mau bekerja, masih banyak calon polisi yang punya keinginan jadi polisi,” tegas Roni dalam apel tersebut.
Ia mengatakan, peringatan terkait narkoba tersebut bukan kali pertama disampaikan kepada jajarannya. Menurutnya, pernyataan itu merupakan peringatan ketiga yang disampaikan secara terbuka dalam apel.
Informasi mengenai dugaan keterlibatan personel tersebut, kata Roni, diperoleh melalui penindakan internal serta laporan masyarakat yang resah terhadap peredaran narkoba.
Personel Diawasi dan Wajib Apel Akhir Pekan
Sebagai langkah pengawasan, Roni meminta personel yang diduga terlibat untuk mengikuti apel khusus setiap hari.
Kewajiban tersebut juga berlaku pada Sabtu dan Minggu. Pengawasan dilakukan sembari menunggu proses penanganan lebih lanjut.
“Kalian ikuti perintah saya, apel setiap pagi di sini, Sabtu dan Minggu. Nanti di bawah tanggung jawab KSPK, Samapta, atau kepala jaganya. Serah terima nanti di situ sambil menunggu tambahan kawan-kawan kalian,” ujarnya.
Roni mengingatkan seluruh personel agar tidak menyia-nyiakan kesempatan menjadi anggota Polri dengan melakukan tindakan yang dapat merusak nama baik institusi.
“Lihat saja berapa banyak orang yang mau daftar. Anda sia-siakan kesempatan itu dengan cara seperti ini. Saya minta tolong, jangan ada lagi yang menambah (daftar anggota terlibat narkoba),” katanya.
Buka Pengaduan hingga Tes Urine Perwira
Selain melakukan pengawasan internal, Roni juga membuka akses pengaduan langsung bagi masyarakat maupun anggota kepolisian yang mengetahui adanya dugaan peredaran narkoba.
Ia bahkan memberikan nomor ponselnya untuk menerima laporan dan menjanjikan perlindungan terhadap identitas pelapor.
“Bahkan ada nomor ponsel saya. Silakan WA, informasikan, saya jamin keamanannya. Lebih baik sampaikan ke saya sebelum diamankan,” jelasnya.
Pengawasan juga akan diperluas ke jajaran perwira di lingkungan Polres Mahulu.
Roni menyatakan akan melakukan pemeriksaan dan tes urine secara mendadak terhadap para perwira.
“Saya anti sekali pemakai dan penyalahguna narkoba, jauhi! Saya juga akan lakukan tes urine untuk para perwira. Ujungnya narkoba itu tidak ada yang baik,” pungkasnya.
Baca juga :
