SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Dinas Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (DPTPH) menyalurkan bantuan bahan bakar minyak (BBM) kepada kelompok tani pengguna alat dan mesin pertanian (Alsintan) yang telah memenuhi persyaratan.
Ketersediaan BBM menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran operasional berbagai alat pertanian, seperti traktor, pompa air, hingga mesin panen. Dengan dukungan operasional Alsintan yang memadai, petani diharapkan dapat mempercepat proses budidaya, mengurangi kehilangan hasil panen, serta meningkatkan produktivitas pertanian.
Kepala DPTPH Kaltim, Fahmi Himawan, menjelaskan bahwa pemerintah sebelumnya telah menyalurkan bantuan pompa air kepada petani. Pada tahun 2020, sebanyak 70 unit pompa disalurkan, kemudian pada tahun 2024 pemerintah pusat kembali memberikan lebih dari 300 unit pompa yang difasilitasi DPTPH Kaltim dan telah didistribusikan ke 10 kabupaten dan kota di Kalimantan Timur.
“Pada tahun 2026 ini kami juga memberikan dukungan melalui anggaran bantuan BBM bagi para petani yang mengalami kekeringan. Bantuan ini digunakan untuk mengoperasikan pompa-pompa air yang telah disalurkan sehingga tetap dapat dimanfaatkan saat dibutuhkan,” ujar Fahmi saat menjadi pembicara dalam forum terkait pangan Kaltim di bawah ancaman cuaca ekstrem, baru-baru ini.
Bantuan BBM untuk Pompa Air
Fahmi menjelaskan, bantuan BBM diperuntukkan bagi pompa air yang menggunakan bahan bakar Pertamax. Penyalurannya dilakukan melalui usulan dari Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), kemudian diverifikasi sebelum bantuan operasional diberikan kepada kelompok tani yang memenuhi persyaratan.
Selain menyalurkan bantuan BBM, DPTPH Kaltim juga terus mendorong pemanfaatan teknologi pertanian melalui pendampingan kepada kelompok tani agar penggunaan Alsintan semakin optimal.
“Harapannya, pompa-pompa yang ada tetap bisa beroperasi dan dimanfaatkan ketika terjadi kekeringan. Pompa yang disalurkan merupakan pompa berukuran kecil yang bersifat mobile sehingga lebih mudah digunakan sesuai kebutuhan petani,” tambahnya.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur berharap program bantuan BBM dan optimalisasi pemanfaatan Alsintan dapat meningkatkan produktivitas sektor pertanian. Program ini juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di seluruh wilayah Kaltim.
Baca juga :
