BALIKPAPAN — Kabar duka datang dari pelaksanaan ibadah haji tahun 2026. Dua orang jemaah haji asal Provinsi Kalimantan Timur dilaporkan meninggal dunia saat baru memulai rangkaian ibadah di Tanah Suci, Arab Saudi.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Balikpapan, Suharto Baijuri, mengonfirmasi bahwa kedua jemaah yang wafat tersebut masing-masing berasal dari Kota Samarinda dan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).
Adapun data jemaah haji Kaltim yang meninggal dunia di Arab Saudi adalah Endar Jaya Purwadi (62 tahun) – Jemaah asal Kota Samarinda, dilaporkan meninggal dunia akibat serangan jantung dan Harun Rusdi Noto Siswoyo (72 tahun) – Jemaah asal Kabupaten PPU, meninggal dunia setelah mengalami komplikasi penyakit hipertensi dan serangan jantung.
“Secara umum proses pemberangkatan tidak ada kendala dan mayoritas jemaah haji kita di Arab Saudi dalam kondisi baik. Namun, kami menerima laporan ada beberapa yang meninggal dunia. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik dan jemaah lain selalu diberikan kesehatan hingga kembali ke tanah air sebagai haji mabrur,” ujar Suharto, Minggu (17/5/2026).
13 Jemaah Dirawat di Madinah
Suharto menambahkan, untuk jemaah haji asal Kaltim yang masuk dalam kloter gelombang pertama saat ini seluruhnya telah mendarat di Madinah. Berdasarkan laporan tim medis di lapangan, tercatat ada 13 jemaah yang terpaksa harus menjalani perawatan intensif di fasilitas kesehatan Madinah karena kondisi fisik yang menurun.
“Semoga jemaah yang sedang sakit bisa segera pulih agar dapat mengikuti seluruh rangkaian wajib ibadah haji dengan lancar,” imbuhnya.
Ketua Regu Imbau Jemaah Jaga Fisik dan Kartu Nusuk
Secara terpisah, Ketua Regu 8 Kontingen Haji Kaltim, Iskandar, menyatakan bahwa pihaknya terus mematangkan kesiapan para jemaah, khususnya yang berada di bawah pengawasannya. Pemeriksaan berkala dilakukan mulai dari aspek kesehatan, kesiapan dokumen penting, hingga pemantapan (refreshment) mengenai tata cara manasik haji.
Iskandar mengingatkan bahwa ibadah haji merupakan ibadah yang sangat menguras energi, sehingga kebugaran fisik dan pengelolaan emosi menjadi kunci utama kelancaran.
“Ibadah haji ini membutuhkan fisik yang bugar, sehat, dan tidak sakit. Selain itu, jemaah harus memperbanyak rasa sabar karena ujian di lapangan selama rangkaian haji nanti akan sangat banyak,” tutur Iskandar.
Selain faktor fisik, Iskandar juga memberikan peringatan keras kepada seluruh jemaah untuk menjaga dengan ketat permit atau perizinan resmi dari pemerintah Arab Saudi. “Jangan sampai kartu Nusuk (kartu pintar jemaah haji) hilang, karena itu adalah dokumen akses utama selama di sana,” pungkasnya.
