• Berita
  • Inflasi Kaltim Melandai, PPU Catat Kenaikan Harga Bulanan Tertinggi
Berita

Inflasi Kaltim Melandai, PPU Catat Kenaikan Harga Bulanan Tertinggi

Inflasi tahunan Kaltim pada Agustus 2026 berada di level 3,83 persen dengan tekanan lebih rendah dibanding bulan sebelumnya.

Harga emas mengalami kenaikan pada Agustus 2026. Kenaikan rata-rata harga emas dibandingkan bulan sebelumnya turut mendorong inflasi Kalimantan Timur pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya. (Foto : iStock/Pixfly)

BALIKPAPAN – Inflasi Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) pada Agustus 2026 tetap terkendali dengan tekanan yang lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya.

Secara tahunan, inflasi Kaltim berada pada level 3,83 persen (year-on-year/yoy), sementara inflasi tahun berjalan mencapai 2,64 persen (year-to-date/ytd).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur, Jajang Hermawan, mengatakan inflasi Agustus 2026 terutama dipengaruhi oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya.

“Tekanan pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau dipengaruhi keterbatasan pasokan sejumlah komoditas pangan dari sentra produksi, seiring kondisi cuaca yang kurang kondusif dan dampak fenomena El Nino,” ujar Jajang dalam keterangan resminya, Rabu (2/9/2026).

Sementara itu, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mengalami peningkatan seiring kenaikan rata-rata harga emas dibandingkan bulan sebelumnya.

Secara spasial, inflasi bulanan tertinggi di Kaltim terjadi di Kabupaten Penajam Paser Utara sebesar 0,52 persen (month-to-month/mtm).

Kabupaten Berau menyusul dengan inflasi bulanan sebesar 0,46 persen, sedangkan Kota Samarinda mencatat inflasi 0,06 persen.

Sementara itu, Kota Balikpapan mengalami deflasi sebesar 0,03 persen.

Berdasarkan komoditas, inflasi Kaltim pada Agustus 2026 terutama didorong kenaikan harga daging ayam ras, cabai rawit, sekolah dasar, kacang panjang, dan jagung manis.

Sebaliknya, tekanan inflasi tertahan oleh penurunan harga sejumlah komoditas, antara lain angkutan udara, bensin, tomat, bawang merah, dan bawang putih.

TPID Perkuat Strategi 4K

Untuk menjaga stabilitas harga, pengendalian inflasi terus diperkuat melalui sinergi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di wilayah Kaltim dengan menerapkan strategi 4K.

Strategi tersebut mencakup keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.

Pada aspek keterjangkauan harga, TPID terus mendorong pelaksanaan Gerakan Pangan Murah, operasi pasar, serta berbagai kegiatan stabilisasi harga lainnya.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan masyarakat tetap memiliki akses terhadap komoditas pangan strategis dengan harga yang terjangkau.

Dari sisi ketersediaan pasokan, TPID bersama Bulog dan pemangku kepentingan terkait terus mendorong pemenuhan pasokan komoditas strategis, penguatan penyediaan bahan pangan, serta peningkatan produksi melalui penerapan teknologi pertanian modern.

Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

Sementara itu, pada aspek kelancaran distribusi, TPID memperkuat koordinasi lintas sektor untuk memastikan rantai pasok komoditas strategis tetap berjalan lancar, antara lain melalui fasilitasi distribusi pangan.

Pada aspek komunikasi efektif, TPID secara rutin memperkuat koordinasi pengendalian inflasi bersama Pemerintah Provinsi Kaltim serta pemerintah kabupaten dan kota dalam merespons perkembangan harga dan pasokan.

Ke depan, TPID di wilayah Kaltim akan terus memperkuat sinergi dan langkah mitigasi dini melalui penerapan strategi 4K secara konsisten, termasuk penguatan program pengendalian inflasi dan GPIPS.

Dengan berbagai upaya tersebut, stabilitas harga di Kaltim diharapkan tetap terjaga, daya beli masyarakat terlindungi, serta aktivitas ekonomi daerah dapat terus berjalan dengan baik.

Baca juga :

Picture of Alfian
Alfian
Jurnalis ProPublika.id. Menulis berbagai hal mengenai kriminal, ekonomi, olahraga, dan lingkungan.
Bagikan
Berikan Komentar