BALIKPAPAN — Perumda Air Minum Tirta Kencana Kota Samarinda memastikan pasokan air bersih hingga saat ini masih aman di tengah musim kemarau dan fenomena El Niño.
Saat ini, Kota Samarinda masih berada pada tingkat Strategi Normal dalam skenario mitigasi yang telah disiapkan untuk mengantisipasi potensi penurunan kapasitas produksi air.
Direktur Utama Perumda Tirta Kencana Kota Samarinda, Nor Wahid Hasyim, mengatakan pihaknya telah merumuskan empat tahapan skenario mitigasi guna menjaga kelancaran produksi dan distribusi air kepada masyarakat.
Keempat tahapan tersebut meliputi Strategi Normal, Strategi Waspada, Strategi Siaga, dan Strategi Kritis.
“Untuk kondisi saat ini, posisi Kota Samarinda masih berada pada tingkat Strategi Normal,” ujar Nor Wahid saat menjadi pembicara terkait upaya menjamin pasokan air Samarinda di tengah darurat kekeringan, Kamis (4/9/2026).
Ia mengatakan, sekitar lima hingga enam hari sebelumnya, Samarinda sempat memasuki fase Waspada akibat fenomena arus sorong. Kondisi tersebut dipicu pasang air laut yang tinggi dan bertepatan dengan fase bulan purnama.
Kondisi itu sempat mengganggu operasional dua instalasi dan menurunkan kapasitas produksi air untuk sementara waktu.
Namun, situasi tersebut dapat diatasi berkat dukungan curah hujan di wilayah hulu.
Lebih dari 80 Persen Air Berasal dari Sungai Mahakam
Nor Wahid menjelaskan, lebih dari 80 persen kebutuhan air di Samarinda disuplai langsung dari Sungai Mahakam.
Selain itu, Perumda Tirta Kencana juga memanfaatkan anak Sungai Mahakam, yakni Sungai Karang Mumus dan Sungai Bengen yang memiliki kapasitas lebih kecil, serta Bendungan atau Waduk Benanga.
Hingga saat ini, seluruh sumber air baku tersebut masih terpantau relatif aman.
Sumber air dari Sungai Karang Mumus dinilai lebih terjamin karena alirannya mengikuti pola pasang surut Sungai Mahakam.
Meski demikian, perhatian khusus kini diarahkan ke Bendungan Benanga yang sangat bergantung pada curah hujan.
Volume aliran masuk di waduk penampung air hujan tersebut mulai menurun sehingga menjadi salah satu titik pantau utama selama musim kemarau.
Dari sisi produksi, Nor Wahid memastikan belum ada pengurangan kapasitas secara masif akibat kemarau.
Dampak cuaca justru lebih terasa pada aspek kualitas air. Sekitar 4 persen wilayah pelayanan mengalami peningkatan kadar zat besi dan mangan yang sempat memengaruhi kejernihan air.
Kendala tersebut telah ditangani melalui penanganan khusus dan penambahan bahan kimia pengolah yang tepat.
Nor Wahid mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara bijak, terutama di tengah kondisi kemarau yang diperkirakan berlangsung cukup panjang.
“Kami mengajak masyarakat untuk berhemat menggunakan air agar pasokan bisa merata untuk semua. Masyarakat juga diharapkan melakukan penampungan air secukupnya,” imbaunya.
Perumda Air Minum Tirta Kencana berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan guna memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat Samarinda.
Nor Wahid juga mengajak masyarakat memperkuat ikhtiar dengan doa bersama agar segera dikaruniai curah hujan yang cukup.
Baca juga :
