• Olahraga
  • Isenmulang Kalteng FC Bawa Duka Bertubi-tubi dari Malang: Dilibas Arema, Teror Asap, dan Sanksi Poin
Olahraga

Isenmulang Kalteng FC Bawa Duka Bertubi-tubi dari Malang: Dilibas Arema, Teror Asap, dan Sanksi Poin

Mundari Karya beberkan penyebab kekalahan 0-4 Kalteng FC dari Arema FC pada laga pembuka Super League.

Pesepak bola Isen Mulang FC berduel dengan pemain Arema FC pada pertandingan pekan pertama BRI Super League 2026/27 di Stadion Kanjuruhan, Malang. (Foto : ileague.id)

BALIKPAPAN – Tim promosi Isenmulang Kalteng FC harus menerima kenyataan pahit pada laga perdana BRI Super League 2026/27. Bertandang ke Stadion Kanjuruhan, Malang, Jumat (4/9/2026), skuad asuhan Mundari Karya dipaksa menyerah 0-4 dari tuan rumah Arema FC.

Kekalahan telak ini memperberat langkah Kalteng FC mengarungi awal musim. Sebelum berlaga, mereka sudah harus menanggung beban sanksi pengurangan dua poin akibat dinamika perpindahan markas (homebase).

Pelatih Kepala Kalteng FC, Mundari Karya, menyebut lambatnya adaptasi para pemain terhadap atmosfer kompetisi kasta tertinggi menjadi pemicu utama kekalahan timnya, terutama setelah Arema FC mencetak gol cepat.

“Adaptasi ini yang paling penting. Tadi kami kurang cepat beradaptasi, terlihat dari gol yang terjadi begitu cepat. Ini menjadi bahan perhitungan kami mengenai cara bertransformasi dari kasta kedua ke tingkat atas,” ujar Mundari dikutip laman resmi ileague.id.

Mundari menambahkan, antisipasi skema bola mati (set piece) menjadi catatan evaluasi mendesak lantaran tiga dari empat gol Singo Edan bersarang melalui situasi tersebut. Di sisi lain, ia tak memungkiri bahwa masa persiapan tim sempat lumpuh total akibat teror kabut asap di daerah asal.

“Kami sempat terganggu kabut asap di Palangkaraya selama hampir satu minggu sehingga tidak bisa latihan. Untuk berangkat ke Malang pun kami harus memutar lewat jalur darat ke Banjarmasin dulu,” ungkapnya.

Selain gangguan teknis dan cuaca, sanksi minus dua poin diakui turut memengaruhi mental bertanding para pemain yang terbebani untuk segera mengamankan poin pengganti.

“Sanksi dua poin ini sangat memengaruhi mental anak-anak. Makanya tadi kami berusaha keras mencari poin untuk membalas. Tapi sekali lagi, ini bahan koreksi. Saya tetap bangga anak-anak sudah berjuang dan berharap di pertandingan berikutnya mereka bisa lebih cepat beradaptasi,” pungkas Mundari.

Baca juga :

Picture of Alfian
Alfian
Jurnalis ProPublika.id. Menulis berbagai hal mengenai kriminal, ekonomi, olahraga, dan lingkungan.
Bagikan
Berikan Komentar