JAKARTA – Juru taktik Persija Jakarta, Shin Tae-yong, menegaskan kesiapan mentalnya dalam memikul tekanan besar dan ekspektasi tinggi selama menakhodai skuad Macan Kemayoran untuk musim kompetisi Liga 1 2026/2027. Menurutnya, tekanan kuat adalah konsekuensi yang wajar dalam sepak bola profesional.
Untuk meminimalkan beban mental menjelang pertandingan, pelatih asal Korea Selatan ini membeberkan formula rahasia berupa manajemen persiapan yang ketat.
“Posisi ini bukanlah tempat yang tanpa tekanan, melainkan tempat yang menerima tekanan kuat. Cara menghindari tekanan itu adalah dengan melakukan persiapan luar biasa jauh-jauh hari sampai dua hari sebelum pertandingan. Mulai satu hari sebelum laga, saya mencoba melupakan beban itu agar bisa menghadapi pertandingan dengan nyaman. Itulah cara saya melepas stres,” ujar Shin Tae-yong, Sabtu (20/6/2026).
Selain mengelola ketegangan internal, mantan pelatih Timnas Indonesia ini juga menyoroti dinamika hubungannya dengan suporter fanatik klub. Sadar akan basis massa pendukung Persija yang masif, ia mengaku tidak antikritik dan siap menerima respons terburuk sekalipun dari tribune penonton jika tim meraih hasil negatif.
Bagi STY, kritik ataupun makian dari suporter saat tim menelan kekalahan tidak direspons secara emosional negatif, melainkan diubah menjadi instrumen evaluasi diri.
“Kita tidak bisa selalu mendengar hal yang baik saja. Fans mungkin memuji saya, tapi kalau kami kalah, mereka bisa saja memaki. Namun, saya punya mental untuk menerima hal itu dengan tenang. Jika saya berpikir para fans bicara begitu karena ada masalah pada diri saya, maka daripada merasa stres, saya mengubah pikiran menjadi ajang evaluasi diri. Ternyata itu lebih baik,” pungkasnya.
Baca juga :
