• Berita
  • PTMB Pastikan Pasokan Air Baku Waduk Manggar Masih Aman di Tengah Kemaru
Berita

PTMB Pastikan Pasokan Air Baku Waduk Manggar Masih Aman di Tengah Kemaru

Level Waduk Manggar turun jadi 9,5 meter imbas kemarau. PTMB pastikan pasokan air baku Balikpapan masih dalam batas aman.

Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) memproyeksikan pasokan air baku di waduk tersebut masih aman dengan tingkat pengambilan 1.000 liter per detik. (Foto: Dok. PTMB)

BALIKPAPAN – Dampak kemarau panjang yang melanda Kota Balikpapan mulai memengaruhi kondisi sumber air baku daerah. Penurunan curah hujan dalam dua pekan terakhir menyebabkan tinggi muka air di Waduk Manggar mengalami penurunan cukup signifikan.

Direktur Utama Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB), Yudi Saharudin, mengungkapkan bahwa saat ini level air di Waduk Manggar berada di angka 9,5 meter, turun dari kondisi normal yang biasanya menyentuh 12 meter.

Meski mengalami penyusutan setinggi 2,5 meter, Yudi menegaskan bahwa cadangan air baku untuk kebutuhan masyarakat Balikpapan masih berada dalam kategori aman.

“Kita memang sedang mengalami kemarau panjang dan sudah dua minggu tidak turun hujan. Namun, hingga Agustus ini kami masih mengambil air baku sebanyak 1.000 liter per detik. Kondisinya masih aman untuk diambil,” ujar Yudi di Balai Kota Balikpapan, 17 Agustus 2026.

Yudi menjelaskan, pengambilan debit air tersebut telah disesuaikan dengan pola tata kelola yang ditetapkan oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV. Berdasarkan skenario perhitungan BWS, cadangan batas aman (storage) waduk disebut masih masuk dalam kategori aman.

“Pada Agustus ini pengambilan masih 1.000 liter per detik. Kemungkinan hingga Desember nanti bisa disesuaikan ke angka 75 persen. Mudah-mudahan tetap aman,” tuturnya.

Embung Wain dan Sumur Dalam

Sebagai langkah antisipasi menginjak bulan depan, PTMB mulai menyiapkan sejumlah skenario alternatif guna menjaga stabilitas distribusi air minum. Salah satu fokus utama adalah pemanfaatan potensi air di Embung Wain.

“Mudah-mudahan bulan depan ada alternatif lain. Kami sudah menggelar rapat bersama Dinas Kehutanan, semoga Embung Wain bisa segera digunakan untuk menambah suplai air baku,” kata Yudi.

Selain Embung Wain, PTMB juga terus merealisasikan program penambahan sumur dalam yang telah diinisiasi sejak 2024. Khusus untuk kawasan Kampung Baru, sumur dalam yang disiap diproduksi bulan depan diperkirakan mampu menyuplai debit air hingga 20 liter per detik.

“Tahun 2024 lalu sudah kami mulai, dan untuk 2025 ada tambahan 10 unit sumur dalam di wilayah Balikpapan Timur, Balikpapan Utara, dan Damai. Kampung Baru ini salah satu alternatif untuk warga di sana,” tambahnya.

Siapkan Mobil Tangki

Guna mengantisipasi potensi krisis air di wilayah terdampak langsung, PTMB juga memperkuat armada distribusi air bersih melalui jalur darat. Saat ini PTMB menyiagakan 12 unit mobil tangki pengangkut air.

Untuk memperluas daya jangkau distribusi ke permukiman warga, PTMB menambah dua unit armada baru serta menjalin kerja sama pinjam pakai armada dengan instansi teknis Pemkot Balikpapan.

“Kami siapkan 12 unit mobil tangki pengangkut air, lalu ada tambahan dua unit lagi. Kami juga meminjam unit tambahan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan BPBD. Langkah antisipasi ini sudah kami siapkan secara matang untuk menghadapi dampak kemarau,” pungkas Yudi.

Baca juga :

Picture of Alfian
Alfian
Jurnalis ProPublika.id. Menulis berbagai hal mengenai kriminal, ekonomi, olahraga, dan lingkungan.
Bagikan
Berikan Komentar