BALIKPAPAN – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) bergerak cepat memperkuat kesiapsiagaan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah perbatasan Indonesia–Malaysia. Langkah ini diambil guna mencegah potensi sebaran asap lintas batas (transboundary haze) seiring menguatnya ancaman El Nino pada musim kemarau 2026.
Melalui Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Kalimantan, Kemenhut menggelar koordinasi intensif bersama Pemerintah Kabupaten Sanggau dan pengelola Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong pada 13–14 Agustus 2026.
Bupati Sanggau, Yohanes Ontot, menyambut langsung audiensi jajaran Kemenhut di Kantor Bupati Sanggau, Kamis (13/8/2026). Pertemuan tersebut menyepakati penguatan Posko Karhutla hingga tingkat kecamatan, kesiapan personel, pemetaan sarana prasarana, serta pencegahan pascabakar.
Selain kesiapan teknis, Pemkab Sanggau didorong untuk memperketat pengawasan pelaksanaan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2022 tentang Pembukaan Lahan Perladangan Berbasis Kearifan Lokal.
“Pengawasan perladangan lokal sangat krusial agar praktik pembukaan lahan warga tetap terkendali dan tidak berkembang menjadi kebakaran meluas yang berpotensi melintasi batas negara,” tegas Kepala Balai Dalkarhut Wilayah Kalimantan, Yudho Shekti Mustiko, di Sanggau.
Patroli Terpadu di Garis Batas Negara
Koordinasi berlanjut di PLBN Entikong pada Jumat (14/8/2026) bersama unsur TNI, Polri, Pemerintah Kecamatan dan Desa Entikong, tokoh adat, serta Masyarakat Peduli Api (MPA).
Pertemuan tersebut menyepakati pembentukan Posko Perbatasan di Kantor PLBN Entikong serta pelaksanaan Patroli Pengamanan Batas Negeri secara terpadu yang dijadwalkan berlangsung hingga September 2026.
Yudho menjelaskan, penanganan karhutla di kawasan perbatasan menjadi perhatian serius pemerintah pusat karena berdampak langsung pada stabilitas lingkungan dan hubungan diplomatik dengan negara tetangga.
“Sebelumnya kami juga telah memperkuat kesiapsiagaan di PLBN Aruk dan PLBN Jagoi Babang. Seluruh pintu lintas batas negara harus bersiaga penuh di tengah ancaman El Nino,” ujar Yudho.
Pemadaman dan Pengawasan Gambut
Di tingkat tapak, aksi tanggap darurat terus berjalan. Kepala Seksi Wilayah II Pontianak, Sahat Irawan Manik, meninjau langsung lokasi pemadaman karhutla di Kelurahan Sungai Sengkuang, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau.
Dalam aksi tersebut, personel Manggala Agni Daops Kalimantan XI/Sintang berhasil mengendalikan dan memadamkan kebakaran lahan seluas 1,5 hektare.
Sahat mengingatkan seluruh personel di lapangan untuk mengedepankan aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3) serta menggencarkan sosialisasi pembukaan lahan tanpa bakar (PLTB) kepada masyarakat, terutama larangan keras membakar di areal tanah gambut.
Baca juga :
