BALIKPAPAN – Sektor perkebunan menjadi penopang penting transformasi ekonomi Kalimantan Timur dari ketergantungan pada industri ekstraktif menuju perekonomian berkelanjutan.
Plt Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Kaltim, Arief Murdiyatno, menyatakan tujuh komoditas utama—kelapa sawit, karet, kakao, kelapa dalam, aren, kemiri, cengkeh, pala, dan tebu—memiliki potensi besar dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
“Dari sisi perekonomian, komoditas-komoditas ini dapat menyokong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Arief saat jumpa pers di Ruang Wiek Diskominfo Kaltim, Kamis (27/8/2026).
Serapan Tenaga Kerja dan Industri Hilir
Khusus komoditas kelapa sawit, Kaltim saat ini mencatatkan luas areal perkebunan mencapai 1,5 juta hektare dengan volume produksi sekitar 21 juta ton per tahun.
Sektor ini tercatat menyerap sekitar 368 ribu tenaga kerja perkebunan serta didukung keberadaan 106 pabrik kelapa sawit yang beroperasi di rantai industri hilir.
Di sisi lain, Disbun Kaltim memperketat pengawasan dan fasilitasi teknis pembukaan lahan tanpa membakar untuk meminimalkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Arief menegaskan, para pelaku usaha di sektor pertanian dan perkebunan memiliki kewajiban hukum untuk berpartisipasi dalam pencegahan serta penanggulangan karhutla.
“Upaya pencegahan kami perkuat melalui kemitraan dengan Kelompok Tani Peduli Api (KTPA),” jelasnya.
Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kesiapsiagaan di tingkat tapak sekaligus menjaga keberlanjutan sektor perkebunan tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan.
Baca juga :
