BALIKPAPAN — Pemerintah Kota Balikpapan bersama PT Pertamina dan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menyiapkan lima titik layanan pertalite baru untuk mengatasi antrean panjang di sejumlah SPBU Kota Balikpapan.
Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas, mengatakan lima titik strategis telah dievaluasi berdasarkan kondisi geografis dan pola pergerakan kendaraan.
“Kami siapkan lima titik strategis. Ada dua titik berada di Balikpapan Timur yaitu Teritip dan Batakan, kemudian di Jalan MT Haryono itu SPBU depan Majesty dan SPBU arah Grand City, dan satu titik lainnya di wilayah Kebun Sayur,” ujarnya usai rapat koordinasi penyaluran BBM di Balai Kota Balikpapan, Jumat (14/8/2026).
Wahyudi menjelaskan, lonjakan antrean terjadi pada sore hari dan didominasi kendaraan roda dua—tepat saat jam pulang kerja masyarakat.
“Kita memang sudah melakukan pengecekan lapangan, hampir 90 persen itu roda dua. Kalau pagi hari so far normal, kemudian siang sedikit antrean. Namun, puncaknya pada sorenya saat masyarakat pulang bekerja itu selalu singgah untuk beli BBM pertalite. Untuk itu kami siapkan titik-titik SPBU tadi yang existing,” jelasnya.
Kuota Cukup
Wahyudi memastikan antrean bukan disebabkan kekurangan pasokan BBM. Kenaikan harga BBM nonsubsidi membuat masyarakat beralih ke pertalite.
“Ini karena pola konsumsi masyarakat yang semula non-subsidi menjadi subsidi. Artinya gerakan ini start pada saat BBM nonsubsidi mengalami kenaikan harga. Kuota insyaAllah ini cukup. Kita adjustment dan evaluasi bersama sesuai kebutuhan masyarakat,” ucapnya.
Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, menekankan penyaluran di titik baru belum bisa langsung berjalan karena masih menunggu persyaratan teknis dan perizinan.
“Kami ingin pelayanan kepada masyarakat semakin baik. Karena itu, begitu izin dan kesiapan SPBU selesai, penyaluran akan segera dilakukan,” tuturnya.
Pemkot juga akan memperketat pendistribusian BBM bersubsidi dan mengevaluasi penyebab antrean, apakah distribusi belum merata atau kebutuhan meningkat.
“Kami akan terus memantau. Jika memang kebutuhan masyarakat meningkat dan diperlukan tambahan kuota, tentu kami akan komunikasikan dengan pemerintah pusat melalui mekanisme yang berlaku,” kata Rahmad.
Rahmad memastikan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap kuota BBM Balikpapan. “Poinnya, Kepala BPH Migas mengatakan agar masyarakat tidak perlu khawatir terhadap kuota BBM Balikpapan, pasti terpenuhi. Jadi masyarakat tidak perlu panik atau melakukan pembelian berlebihan,” pungkasnya.
