NUSANTARA – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menggelar pelatihan anyaman rotan dan ukir kayu bagi masyarakat di wilayah delineasi IKN guna membuka peluang usaha baru sekaligus memperkuat pelestarian budaya lokal. Kegiatan ini berlangsung selama lima hari, 13–17 April 2026, bertempat di Tower D Rusun ASN 1.
Pelatihan ini diikuti oleh 20 peserta yang mewakili setiap kecamatan di wilayah IKN. Dengan menghadirkan narasumber ahli dari Kementerian Perindustrian, peserta dibekali pemahaman teori hingga praktik langsung, mulai dari pengolahan bahan baku, teknik produksi, hingga pengembangan desain produk yang memiliki nilai kompetitif.
Direktur Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Otorita IKN, Muhsin Palinrungi, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan upaya nyata dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat di tengah pembangunan infrastruktur fisik Nusantara.
“Kami berharap pelatihan ini dapat menjadi langkah strategis dalam melestarikan budaya lokal, sekaligus mendorong lahirnya pelaku ekonomi kreatif baru di wilayah IKN,” ujar Muhsin, Selasa (14/4/2026).

Potensi besar bahan baku rotan di sekitar IKN menjadi perhatian utama dalam pelatihan ini. Daniel, salah satu peserta yang juga guru di SMPN 02 Penajam Paser Utara, berencana mentransfer ilmu yang didapatkannya kepada generasi muda. Menurutnya, potensi rotan yang melimpah selama ini belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.
Senada dengan hal itu, Dina, seorang pelaku usaha perabotan dari Kecamatan Sepaku, optimistis pelatihan ini dapat meningkatkan kualitas produk kerajinannya. Ia berharap peningkatan keterampilan teknik ukir dan anyam dapat membantu memperluas jangkauan pasar produk lokal Sepaku.
Melalui program pemberdayaan ini, IKN berkomitmen membangun ekosistem yang tidak hanya fokus pada kecanggihan infrastruktur, tetapi juga inklusif secara ekonomi dan berkelanjutan bagi masyarakat berbasis kearifan lokal.
