BALIKPAPAN — Pantai Manggar Segara Sari, Balikpapan Timur, mencatat lonjakan kunjungan signifikan pada hari pertama Tahun Baru 2026. Sekitar 10.000 wisatawan memadati kawasan wisata tersebut pada Kamis (1/1/2026), jumlah yang jauh melampaui perkiraan pengelola setelah kunjungan sempat menurun selama libur Natal 2025.
Kepala UPT Pantai Manggar Segara Sari Balikpapan, Yusdi Linting, mengatakan tingginya animo pengunjung pada awal tahun ini cukup mengejutkan. Pasalnya, selama periode libur Natal 2025, jumlah wisatawan yang datang justru lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya.
“Mengawali tahun 2026, Pantai Manggar dipadati pengunjung. Diperkirakan ada sekitar 10 ribuan orang yang datang hari ini. Ini juga tidak kami sangka,” ujar Yusdi, Kamis sore.
Ia menjelaskan, penurunan kunjungan saat libur Natal 2025 dipengaruhi beberapa faktor, di antaranya pelaksanaan haul Guru Sekumpul di Martapura, Kalimantan Selatan, serta dibukanya akses Jalan Tol Balikpapan–IKN secara gratis. Kondisi tersebut mendorong sebagian masyarakat memilih berwisata ke kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Banyak masyarakat yang memilih berkunjung ke IKN, baik dari luar Kalimantan Timur maupun dari Balikpapan dan sekitarnya,” katanya.
Yusdi menambahkan, fluktuasi jumlah pengunjung merupakan hal yang wajar karena rencana liburan masyarakat dapat berubah sewaktu-waktu. Ia mencontohkan, pada 1 Januari 2025 lalu, jumlah pengunjung Pantai Manggar tidak mencapai 10.000 orang seperti tahun ini.
“Karena haul Guru Sekumpul di Kalsel sudah selesai, pengunjung dari luar Balikpapan datang ke sini untuk liburan bersama keluarga. Hari ini menjadi puncak kunjungan libur Nataru,” ungkapnya.
Berdasarkan data UPT Pantai Manggar, selama delapan hari libur Natal 2025 tercatat sebanyak 8.863 pengunjung, lebih rendah dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang mencapai 11.023 orang.
Sementara dari sisi pendapatan, Yusdi mengakui realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pantai Manggar sepanjang 2025 belum memenuhi target. Dari target Rp7,4 miliar, PAD yang terealisasi baru sekitar 73 persen atau sebesar Rp5,4 miliar.
“Ada penurunan dari target PAD yang ditetapkan. Beberapa faktor memengaruhi, di antaranya kondisi ekonomi masyarakat dan cuaca yang kurang mendukung sepanjang 2025. Selain itu, situasi libur juga berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” jelasnya.
Meski demikian, Yusdi optimistis kunjungan wisata ke Pantai Manggar akan meningkat pada 2026. Untuk tahun ini, target PAD ditetapkan sebesar Rp7,5 miliar.
“Masyarakat tetap membutuhkan tempat wisata dan hiburan yang terjangkau. Pantai Manggar kami siapkan dengan konsep itu. Kami akan terus berinovasi agar Pantai Manggar tetap menjadi pilihan utama wisata di Balikpapan,” tutup Yusdi.
