JAKARTA – Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 menjadi momentum bagi PT Jasa Raharja (Persero) untuk memperkuat komitmen penanaman budaya keselamatan berlalu lintas sejak usia dini. Di tengah tingginya angka kecelakaan jalan raya yang melibatkan kelompok usia produktif dan pelajar, langkah preventif berbasis edukasi dinilai sebagai investasi krusial dalam melindungi generasi penerus bangsa.
Langkah ini sekaligus menandai transformasi berkelanjutan BUMN tersebut. Jasa Raharja kini tidak hanya berfokus pada pelayanan dan penyaluran santunan korban kecelakaan, tetapi juga gencar membangun kesadaran publik guna mencegah risiko fatalitas sejak awal.
Direktur Utama PT Jasa Raharja (Persero), Muhammad Awaluddin, menegaskan bahwa setiap anak berhak atas lingkungan yang aman dan perlindungan optimal, termasuk saat beraktivitas di jalan raya.
“Hari Anak Nasional menjadi pengingat bahwa keselamatan anak merupakan tanggung jawab bersama. Edukasi kepada pelajar dan mahasiswa terus kami perkuat sebagai investasi jangka panjang demi mencetak generasi yang sadar dan peduli pada keselamatan berlalu lintas,” ujar Awaluddin dalam keterangan resminya di Jakarta.
Sasar Puluhan Ribu Pelajar dan Mahasiswa
Awaluddin menjelaskan, edukasi keselamatan lalu lintas dijalankan secara berjenjang disesuaikan dengan tahapan tumbuh kembang anak—mulai dari pendidikan anak usia dini hingga perguruan tinggi.
Sepanjang periode Januari hingga Juli 2026, Jasa Raharja mencatat telah menggelar program Safety Campaign di 8 TK dan Sekolah Dasar (SD) dengan melibatkan 198 murid untuk mengenalkan dasar-dasar tertib jalan raya.
Sementara di jenjang pendidikan menengah dan tinggi, program kampanye keselamatan diselenggarakan di 139 sekolah menengah dan kampus, dengan jangkauan mencapai 13.095 pelajar serta mahasiswa. Kelompok remaja dan dewasa muda ini menjadi prioritas utama edukasi karena merupakan pengguna aktif kendaraan bermotor yang tergolong dalam kelompok rentan risiko kecelakaan.
Gandeng 30 Ribu Tenaga Pendidik Jadi Agen Keselamatan
Selain edukasi langsung kepada siswa, Jasa Raharja mengoptimalkan peran tenaga pengajar melalui Program Pengajar Peduli Keselamatan Lalu Lintas (PPKL).
Di tingkat dasar, sebanyak 80 guru dari 2 satuan pendidikan TK dan SD dilatih menjadi agen keselamatan. Sementara di tingkat menengah dan perguruan tinggi, program PPKL berhasil menggandeng 29.974 dosen dan guru dari 509 sekolah serta universitas.
Para pengajar ini dibekali materi untuk menyampaikan pesan-pesan tertib lalu lintas secara berkelanjutan di dalam kelas, sehingga nilai-nilai keselamatan dapat terintegrasi menjadi budaya harian peserta didik.
“Guru dan dosen memiliki peran yang sangat strategis. Melalui pendidik, pesan keselamatan dapat tertanam secara konsisten sehingga membentuk karakter disiplin lalu lintas di kehidupan sehari-hari,” tambah Awaluddin.
Melalui momentum Hari Anak Nasional 2026, Jasa Raharja mengajak seluruh pemangku kepentingan—mulai dari orang tua, lingkungan sekolah, komunitas, hingga instansi pemerintah—untuk saling berkolaborasi membangun ekosistem jalan raya yang aman bagi anak-anak Indonesia.
Baca juga :
