SAMARINDA — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) terus mematangkan rencana besar pembangunan Museum Budaya Kalimantan. Proyek strategis hasil sinergi bersama Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) ini diproyeksikan menjadi etalase kebudayaan Borneo serta ikon wisata edukatif baru penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).
Pematangan rencana tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang digelar di Ruang Rapat Tenguyun, Kantor Gubernur Kaltim, Samarinda, Rabu (22/7/2026).
Rapat lintas instansi ini menyoroti sejumlah aspek krusial, mulai dari kejelasan status aset, perumusan konsep museum, hingga model tata kelola berkelanjutan.
Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kaltim, Fitriansyah, menegaskan pentingnya perancangan konsep museum yang memiliki ruh serta karakter kuat sejak tahap awal perencanaannya.
“Sebelum membangun fisik, yang paling penting adalah menentukan konsepnya karena itulah roh museum. Kita belajar dari museum-museum dunia yang berhasil memadukan teknologi digital, multimedia, dan koleksi artefak sejarah secara presisi,” tegas Fitriansyah, Rabu.
Eks Terminal Bandara SAMS Balikpapan Jadi Opsi Lokasi
Salah satu opsi menarik yang didorong oleh Kementerian Kebudayaan dalam pembahasan ini adalah pemanfaatan gedung terminal lama Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan.
Pengoptimalan aset infrastruktur yang sudah tidak aktif tersebut dinilai sangat strategis untuk dialihfungsikan menjadi ruang publik kreatif, pusat edukasi, sekaligus destinasi wisata budaya berkelas.
Sementara itu, Kepala Bagian Non Pelayanan Dasar Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Kaltim, Mispoyo, menjelaskan bahwa museum ini diproyeksikan menjadi etalase etnografi suku-suku di Kalimantan.
“Kehadiran museum ini diyakini mampu meningkatkan Indeks Pembangunan Kebudayaan Kaltim sekaligus menjaga dan melestarikan warisan budaya lokal di tengah pesatnya pembangunan IKN,” tutur Mispoyo.
Etalase Ekologi hingga Gastronomi Borneo
Pembangunan museum ini sejalan dengan prioritas pemajuan kebudayaan daerah. Ke depan, museum tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan koleksi artefak kuno, tetapi juga merangkum kekayaan ekologi, biodiversitas, ekspresi seni, hingga tradisi gastronomi khas Kalimantan.
Rapat pembahasan ini turut dihadiri oleh Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Kaltim, Lestari, beserta jajaran perangkat daerah terkait demi menyamakan persepsi dan mempercepat realisasi fisik museum.
Dengan perpaduan konsep digitalisasi dan koleksi etnografi yang matang, Museum Budaya Kalimantan diharapkan mampu menjadi pusat kebanggaan identitas daerah di gerbang IKN.
Baca juga :
- BMKG Rilis Peringatan Dasarian III Juli 2026: Sebagian Besar Wilayah Kaltim Hadapi Curah Hujan Rendah
- Pemprov Kaltim Menang Sengketa Aset SMAN 10 Samarinda di PTUN, Gubernur Rudy Mas’ud: Anak-Anak Pemenang Sebenarnya
- Hampir 2 Dekade Berdiri, Produsen Pupuk Organik Balikpapan Sulit Tembus Pasar Sawit Kaltim
