• Berita
  • Cegah Asap Lintas Batas, Kemenhut Gelar Patroli Terpadu Karhutla di 3 Perbatasan Kalbar
Berita

Cegah Asap Lintas Batas, Kemenhut Gelar Patroli Terpadu Karhutla di 3 Perbatasan Kalbar

Kemenhut bersama lintas instansi gelar Patroli Terpadu Karhutla di 3 PLBN Kalbar untuk cegah ancaman asap lintas batas.

Tim gabungan dari Manggala Agni Kemenhut, TNI, Polri, dan instansi perbatasan bersiap melakoni Patroli Terpadu Pengamanan Batas Negara dari Karhutla di kawasan PLBN Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. (Foto : Gakkum Kemenhut)

BALIKPAPAN — Kementerian Kehutanan (Kemenhut) melalui Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan dan Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Kalimantan mengintensifkan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di garis perbatasan negara. Langkah ini diwujudkan melalui pelaksanaan Patroli Terpadu Pengamanan Batas Negara yang digelar secara serentak di kawasan perbatasan Kalimantan Barat (Kalbar).

Patroli terpadu tersebut menyasar tiga titik Lintas Batas Negara (PLBN) utama, yakni PLBN Jagoi Babang di Kabupaten Bengkayang, PLBN Aruk di Kabupaten Sambas, serta PLBN Entikong di Kabupaten Sanggau.

Kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat pencegahan serta deteksi dini titik api (hotspot) di wilayah perbatasan, sekaligus mengantisipasi potensi pencemaran asap lintas batas (transboundary haze pollution) yang dapat berdampak buruk pada sektor kesehatan, lingkungan, sosial, hingga ekonomi antarnegara.

Pusat pelaksanaan kegiatan dan Rapat Koordinasi Patroli Terpadu bertempat di PLBN Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, bekerja sama dengan Badan Pengelola Perbatasan Daerah (BPPD) Provinsi Kalimantan Barat.

Agenda strategis ini dihadiri oleh Konsul Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Kuching, Kepala BPPD Prov. Kalbar, Asisten Pemerintahan dan Kesra Prov. Kalbar, Staf Ahli Bupati Bengkayang, Kepala Daops Manggala Agni Kota Singkawang, unsur TNI, Polri, Bea Cukai, Imigrasi, Karantina, KPH, hingga tokoh masyarakat setempat.

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Kalimantan, Yudho Shekti Mustiko, menegaskan bahwa kerawanan karhutla di wilayah terluar tidak bisa ditangani secara parsial.

“Pengendalian karhutla, khususnya di wilayah perbatasan, membutuhkan kolaborasi yang erat antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat. Sinergi ini menjadi kunci untuk memperkuat deteksi dini, pencegahan, dan penanganan karhutla secara cepat dan terpadu,” ujar Yudho dalam siaran pers.

Sementara itu, Kepala BPPD Provinsi Kalimantan Barat menyampaikan apresiasinya atas komitmen berkelanjutan Kemenhut dan seluruh pihak dalam menjaga kawasan garis depan Indonesia dari ancaman karhutla.

Fokus utama tim patroli terpadu di lapangan meliputi pemantauan intensif di area rawan terbakar, sosialisasi edukasi pencegahan kepada warga lokal, pembentukan kesadaran masyarakat di tingkat tapak, serta percepatan koordinasi penanganan jika ditemukan titik api.

Baca juga :

Picture of Alfian
Alfian
Jurnalis ProPublika.id. Menulis berbagai hal mengenai kriminal, ekonomi, olahraga, dan lingkungan.
Bagikan
Berikan Komentar