• Berita
  • Babak Baru Mall Lembuswana Samarinda: Diserahkan ke Perusda MBS, Siap Revitalisasi Usai 30 Tahun
Berita

Babak Baru Mall Lembuswana Samarinda: Diserahkan ke Perusda MBS, Siap Revitalisasi Usai 30 Tahun

Mall Lembuswana masuki era baru. Pemprov Kaltim percayakan pengelolaan ke Perusda MBS usai serah terima aset dari PT CSIS.

Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim, Sri Wahyuni (tengah), saat menghadiri prosesi penandatanganan serah terima aset pengelolaan Mall Lembuswana dari PT CSIS kepada Pemprov Kaltim di Samarinda, Jumat (7/8/2026). (Foto: Dok. Humas Pemprov Kaltim)

SAMARINDA — Pengelolaan kawasan Mall Lembuswana resmi kembali ke tangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) setelah selama 30 tahun dikelola oleh pihak swasta, PT Cipta Sumina Indah Satresna (CSIS).

Prosesi penandatanganan berita acara serah terima aset dilaksanakan di kompleks Mall Lembuswana Samarinda pada Jumat (7/8/2026). Peristiwa ini menandai babak baru bagi mall yang menjadi salah satu ikon pusat perbelanjaan tertua di Bumi Etam.

Usai menerima aset dari PT CSIS, Pemprov Kaltim secara resmi menyerahkan mandat pengelolaan Mall Lembuswana kepada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), yakni PT Kaltim Melati Bhakti Satya (KTMBS/Perusda MBS).

Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim, Sri Wahyuni, menyebut momen ini sebagai peristiwa bersejarah mengingat Mall Lembuswana merupakan pelopor lahirnya swalayan modern di Kota Samarinda sejak berdiri pada tahun 1996.

“Kita tidak ingin sejarah Mall Lembuswana menjadi redup karena transisi pengelolaan. Justru ini menjadi awal untuk menghidupkan kembali perannya sebagai pusat perdagangan, pusat aktivitas masyarakat, sekaligus penggerak ekonomi Kalimantan Timur,” tegas Sri Wahyuni.

Revitalisasi Kawasan dan Komitmen Tenant Raksasa

Di bawah pengelolaan Perusda MBS, Pemprov Kaltim akan mendorong revitalisasi total kawasan Mall Lembuswana agar lebih adaptif dengan kebutuhan masyarakat modern. Kawasan ini nantinya tidak hanya difokuskan pada kegiatan retail, tetapi juga ruang pertunjukan komunitas, acara keluarga, dan pusat hiburan modern.

Sri mengungkapkan bahwa di usianya yang menginjak 30 tahun, daya tarik bisnis Mall Lembuswana masih sangat kuat. Sejumlah tenant besar dipastikan telah berkomitmen untuk melanjutkan kerja sama perbelanjaan.

“Sejumlah tenant utama seperti Matahari Department Store, Foodmart, Gramedia, Sports Station, KFC, BreadLife, Guardian, Samsung, Bank Kaltimtara, BRI, hingga Panin Bank telah menyatakan komitmennya bertahan,” jelas Sri.

Selain tenant yang sudah ada, beberapa merek nasional papan atas lainnya saat ini dalam tahap penjajakan untuk masuk, di antaranya CGV Cinema, AZKO, Informa, Mr. DIY, Solaria, J.CO, Pizza Hut Group, Kopi Kenangan, hingga Fore Coffee.

“Ini modal besar untuk menghadirkan new era agar Mall Lembuswana kembali menjadi destinasi favorit masyarakat,” tambahnya.

Apresiasi Tiga Dekade Kontribusi Swasta

Sementara itu, Direktur Utama PT CSIS, Edward Sinanta Marwin, menyampaikan apresiasinya atas kemitraan dan sinergi yang terjalin dengan Pemprov Kaltim selama tiga dekade terakhir.

Ia menegaskan, selama 30 tahun beroperasi, Mall Lembuswana telah menjadi bagian dari denyut nadi perekonomian Samarinda melalui penyerapan tenaga kerja lokal serta penyediaan sarana rekreasi keluarga.

“Kami menyerahkan kembali aset ini kepada Pemprov Kaltim dengan harapan dapat terus dikembangkan sehingga kembali menjadi pusat perbelanjaan yang ramai dan memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat Kaltim,” tutur Edward.

Baca juga :

Picture of Alfian
Alfian
Jurnalis ProPublika.id. Menulis berbagai hal mengenai kriminal, ekonomi, olahraga, dan lingkungan.
Bagikan
Berikan Komentar