SEMARANG – Langkah awal langsung diambil PSIS Semarang dalam menyongsong ketatnya persaingan kompetisi Championship 2026/27. Manajemen Laskar Mahesa Jenar resmi mendaratkan penyerang sarat pengalaman, Hari Nur Yulianto, sebagai rekrutan pertama mereka untuk mengarungi musim baru.
Setelah sempat bertualang membela beberapa klub seperti Malut United FC dan PSPS Riau, pemain yang karib disapa HNY ini akhirnya memilih pulang ke pangkuan klub yang telah membesarkan namanya, dengan membawa loyalitas serta kematangan bermain yang tidak perlu diragukan lagi.
Bagi publik sepak bola Kota Atlas, Hari Nur Yulianto merupakan figur yang tak terpisahkan dari sejarah klub dan telah mengukuhkan dirinya sebagai salah satu legenda hidup PSIS.
Nama HNY sudah sangat familier di telinga basis suporter setia Panser Biru maupun Snex. Selama satu dekade berseragam Mahesa Jenar, ia tumbuh menjadi ikon klub berkat dedikasi dan kontribusi besarnya di atas lapangan. Jalinan emosional yang kuat ini membuat kepulangannya terasa lebih dari sekadar urusan bursa transfer, melainkan sebuah momen nostalgia sekaligus lentera harapan baru bagi seluruh elemen tim. Pada musim 2026/27, HNY dipastikan kembali mengenakan nomor punggung keramatnya, yakni nomor 22.
Misi Kebangkitan Mahesa Jenar
Jajaran manajemen baru PSIS Semarang menilai figur HNY memiliki peran krusial untuk memulihkan kepercayaan diri serta menggembleng mentalitas skuad dalam menatap kompetisi ke depan. Kehadirannya diharapkan bisa menjadi lem perekat sekaligus mentor bagi barisan pemain Mahesa Jenar.
“Didatangkannya HNY juga menjadi salah satu bukti nyata keseriusan manajemen dalam membawa PSIS kembali bersaing dan mewujudkan target promosi ke Super League musim depan. Dengan pengalaman, karakter, dan kedekatannya dengan klub, HNY diharapkan mampu menjadi pemantik semangat baru bagi skuad maupun suporter Laskar Mahesa Jenar,” kata Asisten Manajer PSIS Semarang, Moch. Reza Handhika.
Langkah pembenahan ini menjadi harga mati mengingat rapor merah PSIS Semarang pada gelaran Pegadaian Championship 2025/26 lalu. Sepanjang musim tersebut, performa tim sempat terseok-seok di papan bawah dan dihantui ancaman turun kasta di zona merah degradasi. Beruntung, PSIS akhirnya mampu bangkit di fase kritis hingga selamat dari jerat degradasi dan memastikan diri tetap bertahan di kompetisi kasta kedua untuk musim depan.
Baca juga :
