BANDUNG – Manajemen Persib Bandung bergerak cepat menjalin koordinasi intensif dengan juru taktik anyar mereka, Igor Tolic. Langkah ini diambil demi menyusun komposisi skuad yang lebih gemuk namun tetap memiliki kualitas mumpuni untuk mengarungi kompetisi musim depan. Tim berjuluk Pangeran Biru ini berencana mempertahankan sekitar 80 persen kekuatan pilar yang sukses membawa mereka merengkuh trofi juara BRI Super League 2025/26 lalu, sembari bersiap memboyong tenaga baru setelah sanksi larangan registrasi pemain dari FIFA resmi dicabut.
Langkah mempertebal kedalaman skuad ini menjadi hal krusial mengingat Persib Bandung bakal dihadapkan pada jadwal super padat. Total ada empat kompetisi berbeda yang harus mereka lakoni musim depan, meliputi Super League, Piala Liga, ASEAN Club Championship, hingga AFC Champions League Two. Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, membenarkan bahwa pembicaraan intensif mengenai peta jalan musim baru sudah mulai bergulir bersama Igor Tolic.
“Pastinya skuat lebih besarlah dari musim-musim sebelumnya untuk persiapan yang pas. Kami ada komunikasi beberapa hari terakhir. Coach juga lagi coba meramu program latihan, kita akan berkomunikas dengannya untuk nanti kita lebih spesifik merancang jadwal latihan, kapan tim kumpul, pemain, dan segala macamnya,” paparnya.
Tantangan Perdana di Panggung Asia
Bagi Persib Bandung, terlibat langsung dalam empat kompetisi sekaligus merupakan pengalaman pertama sepanjang sejarah klub. Terlebih lagi, dua di antaranya adalah kejuaraan level Asia di mana mereka mengemban misi membawa nama baik sepak bola Indonesia. Situasi ini tentu menjadi ujian berat bagi manajemen dan staf pelatih untuk memastikan kondisi fisik dan mental para pemain tetap berada di level tertinggi sepanjang musim.
“Challenging, tapi juga menarik untuk kita ikuti. Kayaknya klub Indonesia baru sekarang yang punya kompetisi banyak, jadi sesuatu yang layak kita tunggu dan mudah-mudahan juga ini jadi standar yang baru ke depannya,” tuturnya.
Adhitia menegaskan bahwa penambahan kuantitas pemain di dalam tim bukan sekadar untuk memenuhi kuota, melainkan harus dibarengi dengan daya saing yang tinggi di atas lapangan. Terlebih, Maung Bandung saat ini memikul ekspektasi tinggi dengan standar juara yang sebelumnya diwariskan oleh Bojan Hodak. Manajemen berkomitmen penuh untuk tidak menurunkan level tersebut.
“Persiapan kita coba buat tim yang lebih gemuk, tapi juga lebih kompetitif,” sebut Adhitia.
Baca juga :
