• Olahraga
  • Sukses Tahan Imbang Persebaya, PSIS Semarang Langsung Tancap Gas TC ke Yogyakarta
Olahraga

Sukses Tahan Imbang Persebaya, PSIS Semarang Langsung Tancap Gas TC ke Yogyakarta

Taktik jitu Widodo C Putro selamatkan PSIS dari kekalahan. Mahesa Jenar kini fokus matangkan chemistry tim di Jogja.

PSIS Semarang sukses menahan imbang Persebaya 2-2 pada laga bertajuk 99th Anniversary Game di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Minggu (19/7/2026) sore. (Foto : ileague.id)

SURABAYA – PSIS Semarang enggan berpuas diri usai memetik hasil positif dalam laga uji coba pramusim bertajuk 99th Anniversary Game. Setelah sukses menahan imbang Persebaya Surabaya dengan skor 2-2 di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Minggu (19/7/2026) sore, skuad Laskar Mahesa Jenar langsung mengalihkan fokus dan bertolak menuju Yogyakarta untuk menggelar pemusatan latihan (training center/TC).

Agenda TC di Kota Gudeg ini menjadi bukti keseriusan manajemen dan tim pelatih PSIS dalam menatap kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia musim 2026/2027, yang dijadwalkan bakal sepak mula pada pertengahan September 2026 mendatang.

Hasil imbang di kandang Bajol Ijo juga menjadi modal berharga bagi arsitek anyar PSIS, Widodo Cahyono Putro. Pelatih yang akrab disapa WCP tersebut terhitung baru memimpin latihan beruntun anak asuhnya selama 10 hari terakhir. Mampu tampil solid di depan tekanan suporter lawan diyakini bakal mendongkrak drastis mental bertanding para pemain.

Kejeniusan Perubahan Taktik WCP

Dalam laga sengit tersebut, PSIS sebenarnya sempat berada di ujung tanduk setelah tertinggal dua gol lebih dulu melalui aksi bomber Persebaya, Alex Martins pada menit ke-35 dan Yann Mabella di menit ke-53.

Merespons ketertinggalan, WCP menunjukkan kelasnya dengan melakukan perombakan taktik ekstrem di paruh kedua. Ia mengubah pakem formasi dari tiga bek tengah menjadi dua bek sejajar, sekaligus memasukkan deretan gelandang berkarakter spartan dan ofensif.

Strategi tersebut terbukti jitu. Lorensius Amanat Sabda yang masuk dari bangku cadangan tampil sebagai pahlawan dengan memborong dua gol balasan pada menit ke-74 dan ke-84, sekaligus memaksakan skor imbang hingga peluit panjang berbunyi.

“Pertandingan yang sangat menarik. Di babak pertama, kami akui anak-anak bermain kurang berani untuk terbuka. Namun, setelah kami tertinggal dan melakukan beberapa pergantian pemain serta perubahan skema, momentum itu datang dan kami bisa mencetak dua gol,” kata Widodo C Putro seusai laga.

Bidikan Tiga Aspek Utama di Yogyakarta

Terkait program lanjutan di Yogyakarta, mantan pelatih Deltras FC ini menegaskan dirinya membidik tiga aspek mendasar yang wajib ditingkatkan oleh Hari Nur Yulianto dan kolega sebelum liga resmi bergulir.

“Setelah laga lawan Persebaya, kami langsung menggelar TC di Yogyakarta. Saya harap para pemain bisa memaksimalkan momentum ini untuk meningkatkan tiga poin utama, yakni mentalitas (mentality), fisik (physically), dan pemahaman taktik (tactical),” tegas legenda timnas Indonesia tersebut.

Selama 10 hari pertama menukari PSIS, WCP mengaku lebih banyak menghabiskan porsi latihan untuk menyatukan chemistry antar-pemain serta menanamkan fondasi bermain gaya baru.

“Saat build up dari bawah harus bagaimana, transisi formasi di sektor tengah hingga merangsek ke area serang (attack) harus seperti apa. Formula itu yang terus saya ulang-ulang dalam latihan agar menjadi identitas permainan PSIS musim ini, dan bersyukur para pemain meresponsnya dengan sangat baik,” pungkasnya.

Baca juga :

Picture of Alfian
Alfian
Jurnalis ProPublika.id. Menulis berbagai hal mengenai kriminal, ekonomi, olahraga, dan lingkungan.
Bagikan
Berikan Komentar