KENDAL – Kendal Tornado FC terus mematangkan persiapan menjelang bergulirnya kompetisi Championship musim baru. Tidak hanya fokus menggenjot fisik pemain di sesi latihan, tim berjuluk Laskar Badai Pantura ini juga agresif memperkuat kedalaman skuad dengan memaksimalkan bursa transfer.
Teranyar, manajemen resmi mengamankan tanda tangan penyerang berpengalaman, Rizky Dwi Pangestu. Striker berusia 27 tahun tersebut didatangkan untuk menjadi pilar utama sekaligus menambah daya gedor lini depan Kendal Tornado FC dalam mengarungi ketatnya persaingan di kompetisi kasta kedua.
Manajer Kendal Tornado FC, Heri Sasongko, mengungkapkan bahwa keputusan merekrut Rizky tidak terlepas dari faktor kedekatannya dengan juru taktik Laskar Badai Pantura saat ini.
“Kami merekrut Rizky Dwi berdasarkan rekomendasi pelatih dan kebutuhan tim. Apalagi coach Stefan Keeltjes dan dia pernah berada di satu tim yang sama sebelumnya, sehingga keduanya sudah saling memahami karakter masing-masing,” ujar Heri.
Modal Jam Terbang Kasta Tertinggi
Sebelum memutuskan berlabuh di Kendal, pemain kelahiran Banyuwangi, Jawa Timur, ini memiliki rekam jejak yang cukup mentereng di sepak bola nasional. Mantan pilar PON Jatim ini tercatat pernah mencicipi atmosfer kompetisi kasta tertinggi dan membela sejumlah klub besar, mulai dari PSIS Semarang, FC Bekasi City, Persebaya Surabaya, hingga Garudayaksa FC.
Jam terbang tersebut dinilai menjadi modal yang sangat berharga bagi Rizky untuk memberikan kontribusi instan bagi klub barunya. Manajemen meyakini kehadiran Rizky akan melahirkan iklim persaingan yang sehat di sektor penyerangan sekaligus memberikan banyak opsi strategi bagi tim pelatih.
“Dengan semua pengalaman itu, kami berharap Rizky mampu membantu tim mencapai target besar yang telah ditetapkan pada musim ini, yaitu merebut tiket promosi,” tegas Heri.
Bagi Rizky sendiri, tantangan membela Kendal Tornado FC menjadi lembaran baru yang menarik dalam perjalanan karier profesionalnya. Ia pun bertekad untuk langsung tancap gas begitu kompetisi resmi bergulir.
“Saya berharap bisa segera beradaptasi dengan rekan-rekan satu tim dan memahami filosofi permainan yang diinginkan pelatih, sehingga mampu memberikan kontribusi maksimal sejak awal kompetisi,” tutur Rizky Dwi Pangestu.
Baca juga :
