• Olahraga
  • Gagal Bawa Borneo FC Juara Super League, Fabio Lefundes Legawa
Olahraga

Gagal Bawa Borneo FC Juara Super League, Fabio Lefundes Legawa

Menang telak 7-1 tapi gagal juara akibat aturan head-to-head, Fabio Lefundes tetap bangga Borneo FC pecahkan banyak rekor mentereng.

Pelatih Borneo FC Samarinda, Fabio Lefundes. (Foto : Facebook Borneo FC Samainda)

SAMARINDA – Borneo FC harus merelakan gelar juara BRI Super League ke tangan Persib Bandung. Pada pekan pamungkas BRI Super League, Sabtu (23/5/2026) sore di Stadion Segiri, Borneo FC melumat tamunya, Malut United dengan skor 7-1.

Gol-gol kemenangan Borneo FC pada laga ini dicetak masing-masing oleh dua gol cepat (brace) Mariano Peralta pada menit ke-7 dan 11, Juan Villa (12′), sepasang gol Koldo Obieta (26′ dan 57′), Muhammad Sihran (78′), serta gol penutup dari Kaio pada masa injury time (90+3′). Sementara itu, satu-satunya gol hiburan Malut United dicetak oleh Frets Butuan pada menit ke-77.

Tragis, Terganjal Regulasi “Head-to-Head”

Sayangnya, gemuruh dan sukacita perayaan gol di Stadion Segiri seketika berubah menjadi senyap di akhir laga. Di saat yang bersamaan, Persib Bandung berhasil mengamankan poin krusial setelah bermain imbang 0-0 saat menjamu Persijap Jepara di Stadion GBLA.

Hasil tersebut membuat koleksi poin akhir Borneo FC dan Persib Bandung menjadi sama kuat, yakni 79 poin. Namun, Maung Bandung berhak mengangkat trofi juara karena mereka unggul dalam catatan rekor pertemuan (head-to-head) atas Borneo FC sepanjang musim ini.

Kekalahan telak ini juga berimbas buruk bagi Malut United FC. Laskar Kie Raha harus rela melorot ke peringkat keenam klasemen akhir dengan torehan 53 poin, gagal mengamankan target finis di posisi empat besar.

Fabio Lefundes: Statistik Kami Jauh Lebih Bagus

Pelatih Borneo FC, Fabio Lefundes, enggan terlalu banyak berkomentar mengenai jalannya laga tak seimbang kontra Malut United yang kehilangan banyak pilar akibat cedera dan akumulasi kartu. Juru taktik asal Brasil itu memilih menyoroti kegagalan timnya mengunci gelar juara meski unggul secara statistik dari sang juara.

“Sayang sekali, musim ini kami tidak bisa juara hanya karena kalah head-to-head dengan Persib Bandung. Padahal, jika Anda melihat data statistik keseluruhan, performa kami jauh lebih bagus di atas kertas. Namun, itulah aturan kompetisi dan hal itu berada di luar kendali kami,” ujar Lefundes dengan berbesar hati.

Kendati demikian, pelatih berusia 53 tahun itu mengaku sangat bangga dengan warisan rekor mentereng yang diciptakan pasukannya di sepanjang musim ini.

“Musim ini, kami adalah tim dengan kemenangan terbanyak, tim paling kokoh di kandang dengan rekor 15 kemenangan, 1 imbang, dan 1 kalah di Segiri. Kami adalah tim paling produktif (74 gol), salah satu pertahanan terbaik (kebobolan 31 gol), memiliki kiper terbaik, menempatkan 3 pemain di skuad Best XI, serta sukses memecahkan rekor 11 kemenangan beruntun. Kami gagal juara, tetapi saya sangat bangga dengan sejarah yang kami ciptakan,” papar Lefundes.

Nadeo Argawinata: Kami Layak Juara

Senada dengan sang pelatih, penjaga gawang andalan Borneo FC, Nadeo Argawinata, yang terpilih menjadi Kiper Terbaik Super League musim ini, menegaskan bahwa pencapaian timnya sudah membuktikan siapa tim terbaik yang sesungguhnya di Indonesia.

“Semua hal sudah disampaikan oleh pelatih; mulai dari rekor, capaian, hingga keterwakilan di Best Eleven. Saya rasa seluruh pencinta sepak bola di Indonesia tahu dan melihat sendiri bahwa musim ini kita bermain sangat superior dan sangat layak untuk juara,” kata Nadeo.

Meski harus menerima kenyataan pahit akibat terganjal regulasi, kiper Timnas Indonesia itu meminta rekan-rekannya tidak larut dalam kesedihan dan langsung mengalihkan fokus menyambut musim depan.

“Hanya karena regulasi pertemuan, kita tidak bisa mengangkat piala malam ini. Kami harus menerimanya. Semoga tahun depan kami bisa bangkit lebih kuat dan menciptakan sejarah besar lainnya untuk publik Samarinda,” pungkas Nadeo optimistis.

Picture of Alfian
Alfian
Jurnalis ProPublika.id. Menulis berbagai hal mengenai kriminal, ekonomi, olahraga, dan lingkungan.
Bagikan
Berikan Komentar